Monday, March 23, 2015

Chedi/Malya/Padma

Sekitar dua bulan yang lalu kita liburan singkat di Bandung. Kali ini nginap di hotel Padma 2 malam  karena kata teman-teman cukup asyik buat anak-anak. Sebenarnya hotel ini memang cukup berkesan buat kita. Dari sejak namanya Chedi gua udah suka sama viewnya so untuk hari pernikahan meski resepsinya tidak di sini, kita ambil kamar suite di sini malamnya. Waktu itu namanya udah tukar menjadi Malya. Dan karena kita nginap di sini, jeda waktu antara pemberkatan dengan resepsi kita sempat-sempatnya foto foto banyak di sini. Emang pikir-pikir kita santai banget dulu, mungkin juga karena Bandung 10 tahun yang lalu masih belum semacet sekarang.


View from our room
Karena pemandangan pool ini jadi ingat dan ngubek2 setumpuk foto dari pool saat married. Ini salah satunya:P



Now

Dulu warna pink ternyata.. dan berpayung-payung:P

Lovely balcony
Sayangnya balkon kayu ini udah hilang kalau gak salah jadi area dekat restaurant dan lift. Gua demen banget ama suasana sejuk segar penuh pohon begitu lho. Belum lagi malamnya kan kita duduk-duduk dekat lobby, ada perapian segala. Denzel sibuk deh masukin kayu mulu ke perapiannya.

Berasa di Europe:p
Breakfast cukup lengkap dan selama dua hari tersebut berbeda makanan lokalnya. Kadang ada nasi liwet, siomay, batagor, lontong, kue-kue basah, mie bakso dsbnya.

Nom nom..

Happy boy... wherelse you can get ice cream at breakfast?

Karena udah ada 2 kiddos, gua selalu menyambangi kids club. Sayangnya kids club terletak di basement, terpencil dan kecil pisan.

Denzel sih kesenangan di luar kids club ada soccer pinball ini

Kids club yang mungil
Untungnya ... Selain kids club ada kids activities di samping pool tiap hari. Katanya sih kadang ada cooking class, bikin kite, bikin tattoo, manicure dengan kuteks untuk anak cewek. Pas kita di sana sayangnya gak ada cooking class, cuma mewarnai aja dan katanya yang bagus dapat hadiah. Langsung deh si bocah semangat dan kayaknya sih semua anak dapat tuh hadiahnya. Lumayan isinya stationery mulai dari buku tulis, pulpen 8 warna, pensil mekanik, penghapus dan rautan. Selain itu dua bocah juga minta dibikinin tattoo:) Kolam renangnya juga kids friendly yaitu airnya hangat. So, Diaz yang biasa gak mau nyebur betah-betah aja kali ini malah kesenangan.

Denzel in the jaccuzi

 

Di kolam ada kejadian lucu, ada anak cewek yang nguntitin si Denzel terus, awalnya ngobrol-ngobrol terus Denzel berasa gak nyaman kali ya, dia pindah ke kolam anak dianya ikut, pindah ke jacuzzi ikut. Pas gua nyebur Denzel langsung deketin gua, eh anak cewek itu supel lho, malah ajakin gua ngobrol, "Tante, kok Denzelnya pendiam ya?" huahahaha... Gua kira anaknya udah 10-12 tahun habis bongsor ternyata seumur tuh masih kelas 2 SD!


Terus ada outbond seperti flying fox. Flying foxnya hanya ada hari minggu dan karena kita nginap mulai hari Jumat, Sabtunya Denzel kecewa karena gak ada. Akhirnya tetap ke area outbound karena ada outdoor playing ground dan bisa kasih makan binatang. Ada kelinci dan angsa doang sih tapi Diaz kan animal lovers jadinya gak mau pulang-pulang deh.

Look at his dragon tattoo!!

Hari kedua belum bosan sama kelinci
Kesampaian flying fox
Serem juga ternyata..

Diaz cukup naik persosotan:P Bisa naik sendiri dan gak mau berhenti

Selain di Padma kita cuma ke the Peak untuk lunch dan the Valley untuk dinner. Kalau Valley udah lumayan sering tapi Peak baru pertama ini. Di the Valley gak foto-foto berhubung sudah pernah dan gak pernah dapat view bagus kalau malam.

Denzel pesen steak dan habis tuntas ludes, akhir-akhir ini selera makannya sangat bagus

Pesanan gua oxtail bakar, gak seenak yang di the Valley

Main piano berdua

Pohon natal dari botol wine
Ada teman yang sempet bertanya enak mana tinggal di Padma atau Trans Luxury? Dua-duanya ada kelebihan sih ya. Ukuran kamar jauh lebih besar di Trans dan lebih mewah termasuk kamar mandinya. Untuk pool masing-masing ada kelebihan, di Padma airnya hangat, di Trans ada pasirnya. Kid's activities lebih seru di Trans, waktu itu ada acara sulap buat anak-anak tapi di Padma ada outbond dan feed the animals. Kalau demen yang sejuk segar dan sejauh mata memandang ada ijo-ijo seperti gua kayaknya masih menang Padma deh:) Cuma lokasinya emang agak jauh dari pusat kota, kali ini gua juga gak mampir factory outlet sama sekali. In fact kayaknya udah bertahun-tahun at least sejak lahiran Diaz gua gak pernah lagi ke factory outlet di Bandung.

Sunday, March 15, 2015

2 +

Sudah lama gak posting soal Diaz, tahu-tahu udah 2 tahun lebih aja. Kalau Denzel dulu rajin catatnya memang bukan di blog tapi di buku catatan. Emang bukan milestone tapi setiap kejadian yang berkesan selalu gua tulis dan gambar-gambar seadanya. Kalau sekarang seiring perkembangan gadget, cuma difoto dan divideoin:P  Terus jaman Denzel masih beli baby book, cetak-cetak foto terus ditulisin, kalau Diaz gua bikinin photobook aja lebih praktis. 

Cuma kan terbatas ya, kayaknya harus juga ada catatan tentang Diaz sekarang ini biar gua gak lupa apa rasanya ngasuh dia yang lucu, centil, keras kepala, iseng dll dll. Karena anak kedua, meski tanpa sedikitpun ingin membandingkan, mau gak mau kita amazed betapa bedanya tiap anak. Kadang kita prediksi anaknya bakalan gini eh tahu-tahunya begitu. 

Denzel anaknya kan polos ya kalau kecil, sekarang sih udah mulai akal-akalan juga terutama strategi menghindari disuruh belajar dan bikin PR. Kalau Diaz kesannya lebih smart street. Contoh dia kepengen banget main Samsung tab yang lagi dipegang hubby, tapi dia gak berani minta apalagi rebut seperti kalau gua yang pegang. Tebak apa yang dia lakukan? Dia ambil koran kompas, nyodorin ke hubby. Hubby kan heran ngapain nih anak ngasih koran. Koran diambil, Diaz dengan cekatan ngambil tab yang ditaruh hubby di samping... huahuahua. Ini kejadian beberapa bulan yang lalu lho, waktu dia belom 2 tahun.

Soal kompetitif, Diaz gak mau kalah sama Denzel, kadang apa pun yang dilakuin Denzel pasti dia niru persis. Sebenarnya copycat ini cukup parah sih, barusan gua lihat dia push up dengan gaya pantat nungging naik turun (niruin hubby yang kadang-kadang push up di kamar). Pernah di taman ada dua oma-oma lagi senam senam sendiri akhirnya ketawa cekikikan setelah nyadar ada peserta tambahan di belakang:P

Nih Denzel lagi bikin soal dari IXL, langsung si bocah kecil naik ke ranjang dengan betah nemenin sambil sebut-sebut abjad yang dia kenal.

Kagum sama koko

Kalau Denzel nonton tv sambil loncat-loncat dia pasti ikut-ikutan loncat di samping, sampai kalau Denzel jatuh, dia ikut menjatuhkan diri... segitu copy catnya. Kalau yang di bawah pemandangan sehari-hari dimana Denzel duduk, dia akan duduk di sampingnya, sebisa mungkin dengan gaya yang sama:D

Twin?

Tapi jangan dikira dua anak ini akur terus ya. Kadang saling cemburu, dan anehnya yang lebih cemburuan Diaz daripada Denzel. Kalau Denzel lagi bermanja-manja dia langsung datang duduk di antara kita, berusaha nyempil sekuat tenaga. Kalau Denzelnya maksain tetap deket gua, dia dengan galaknya akan dorong muka Denzel sambil bilang , " Angaaaan!!" (jangan-red). Belom lagi gayaya teriak :"Deeeeeceeeel!! No-no-no!!" atau " Diaaaam.!!" sambil goyang-goyang jari kalau Denzel lagi kumat isengnya atau hanya sekedar ribut teriak sana sini. Perasaan yang jadi koko siapa ya. Belom lagi kalau Denzel nonton tv bisa deket-deket, Diaz bakalan dorong kokonya mundur haha.. Kalau lagi sweet bisa panggil, "Kokoooo...plisss" terutama kalau gua suruh dia minta tolong aja misalnya minta dibukain kaleng atau bantuin game yang gak bisa, supaya dia bisa lebih respect sama kokonya:) Sifat bossynya emang udah keliatan. Kalau lagi dicuekin dia bisa suruh kita ,"Duduk sini!" sambil tunjuk tempat disampingnya.

Lagi ketawa sumringah lantaran telpon-telponan sama Denzel di telpon paralel
Sejak 18 bulan sudah suka angka dan abjad tanpa kita dorong. Entah karena lihat kita sekeluarga book worm, jadinya dia suka ambil buku gua terus pura-pura baca sambil teriak sesukanya. Akhirnya dikasih nonton DVD  Brainy Baby ABC punya Denzel dulu eh dia cepat bisa sampai waktu itu BSnya amazed dan lapor gua. Terus gua suruh Denzel ajarin phonicsnya karena ingat dulu kan miss di Kindy bilang sebaiknya diajarin phonics duluan. Sekarang phonics juga udah bisa meski masih kecampur alphabet. Tadinya lebih parah kecampur alfabet bahasa Indonesia tapi semenjak gak ada BS nggak lagi. Ini buku Denzel yang sekarang jadi buku kesayangan. Waktu itu dia ambil balok balok alphabet untuk ditaruh di atas bukunya tapi begitu alphabet A gak ketemu, dia bisa-bisanya ambil jepitan baju sebagai pengganti  terus panggil gua untuk lihat.

 

One udah bisa sampai eleven habis itu cuma nyebutin mmteen, mmteen, hmmmteen...bbbmmteeen.
Cukup amazed juga karena seingat gua Denzel gak tertarik dan kita juga gak encourage dia untuk mengenal abjad sedini itu. Jujur ini bukan untuk membandingkan milestone Diaz dengan anak-anak seusianya, karena tiap aspek milestone anak beda-beda. Sebagai contoh Diaz sebenarnya belum fasih ngomong banyak. Kalimat paling dua kata. Toilet training juga belom ada kemajuan harus selalu ditatur. Kalau dari diri sendiri, dia cuma suka pura-pura bilang peeee terus lari ke toilet peragain pipis tapi disuruh pipis beneran, akan bilang "Udah!" terus ngeluyur pergi. Sedih juga karena tiga bulan yang lalu sewaktu masih pakai clodi dia udah bisa bilang mau pee. Kalau sekarang mungkin pakai pospak dia mah cuek bebek aja.

Motorik kasar dulu jalannya baru 15 bulan hampir 16 bulan tapi motorik halusnya cukup baik. Diaz bisa dan suka memasang dan membuka belt highchair, velcro sepatu bahkan suka ikutan pasang lego punya Denzel (bukan lego duplo). Alhasil kalau ke toko mainan anteng lho ditaruh di tempat main lego itu bisa sampai sejam anteng di sana.

Akhir-akhir ini juga udah ngenal shape seperti rectangle, triangle, oval, circle, hexagon (bacanya cagon). Colour belum bisa tapi dia selalu pura-pura nunjuk giiin (padahal red), nunjuk blueee padahal green:) Sampai saat ini gua belom sekolahin meski mbak di rumah udah greget dan pengen banget Diaz sekolah. Katanya nanti miss pasti kaget kok udah bisa, cuma gua pikir biar deh main bentar lagi bareng gua, ntar sekolahnya bakalan lama secara anak lahir bulan Januari.
Lagaknya kayak ngerti ..halaman demi halaman dibuka:)
Sejak Desember BS udah berhenti dan perjalanan mencari BS sementara dihentikan setelah 2x pengalaman tidak enak. Akhirnya rela hangus uang jaminan dan bertekad berjibaku sendiri. Ternyata ngurus Diaz tanpa bantuan BS asyik asyik aja meski capeeek. Diaz type anak yang suka stimulasi sementara gua akui gua cukup pemalas:(  Kadang guilty feeling kalau lihat mama lain bisa sediain waktu  buat bebikinan worksheet segala. Kebiasaannya adalah ambil buku suruh kita bacain atau suruh gua tulis abjad dia tebak. Sejak gua beli whiteboard buat kamar Denzel, dia hobi banget gandeng gua ke sana buat tulis sementara dia duduk di ranjang Denzel nebakin apa yang gua tulis atau gambar. Dan tentunya special thanks to hubby yang mau jagain Diaz selama gua kerja tiap sore. Dan kita masih dibantu sih sama mbak yang suka sama anak kecil.

Ipad atau tablet biasa hanya dikasih seminggu sekali tiap Sabtu karena memang itu jatah Denzel juga, kalau gak dikasih satu-satu biasanya dia akan merecoki kokonya. Meski mainnya jarang-jarang, anak-anak emang cepat belajarnya, udah bisa segala macam game buat batita. Sebisa mungkin gua download game2 education. Kalau tokoh idola tentu saja Pocoyo.. Sejak nonton Pocoyo si bocah gak bisa berpaling ke lain tokoh. Barney, Elmo dia gak suka. Jadi kalau gak nonton serial Brainy Baby, paling ya Pocoyo dan Kevin Karin. 

Ultah pertama dan saat kelahiran Diaz kan ditandai dengan banjir besar Jakarta jadi gua gak berani rencanain pesta, eh tak tahunya tahun ini malah pas cerah ceria. Kita cuma makan-makan keluarga. Untuk kue ultah gua beli kue tart aja dan figurine Pocoyo dkk yang dia suka banget. Sampai sekarang sambil nonton dia bawa-bawa figurinnya.


Birthday boy
Sepulang dari Medan kemaren Diaz sakitnya sempat agak parah sampai DSA suspek bronkhopneumonia. Sedih banget ya kalau lihat anak sakit. Lesu, gak nafsu makan sampai mukanya tirus. Sekarang sih udah sembuh dan makannya udah balik normal alias cukup buas:P Bayangkan aja, kalau lihat Denzel minum obat aja dia bisa histeris minta. Enaknya ya pas kemaren saat obatnya 4 macam, dia asyik2 aja mangap setiap disodorin obata:P

Semoga di usianya 2+ ini Diaz sehat-sehat selalu, akur sama koko dan happy terus ya.... Love u so much..

Tuesday, December 23, 2014

Festival of Lights, Berlin Philharmonie etc

Pas banget di Berlin ada Festival of Lights. Jadi beberapa main attraction akan dihiasi oleh permainan lampu dengan batuan para artis audiovisual yang profesional. Kita nyempatin diri nonton di Bradenburg Gate tapi gak lama lantaran udah harus jalan nonton Berlin Philharmonie Orchestra. Btw ini hari pertama kita nyampe lho jadi sebenarnya lagi capek, jetlag dan agak ngefly. 

Terus kalau nonton Berlin Philharmonie kan pada pakai gaun malam dan jas gitu kan. Gua mah udah males pakai gaun malam, cuma gaun biasa aja dengan long john di dalam karena dingin booo. Kalau yang lain rapi jali mungkin naik mobil pribadi atau taxi, kalau kita dengan hematnya kan naik U Bahn terus lanjut jalan kaki 500 meter :P Sebenarnya gua kan bukan pecinta musik klasik jujur saja tapi hubby sejak SMP katanya koleksi kaset-kaset Berlin Philharmonie ini jadi ya udahlah kalau sudah sampai Berlin disempet2in nonton even kita pilihnya kelas termuraaaah. 

Sedikit cerita tentang etika tonton menonton konser ini, tidak ada yang datang terlambat dan diharapkan tiba sejam sebelum acara dimulai (kita sih mepet 15 menit sebelum acara dimulai dan sudah hampir semuanya duduk rapi).  Ada yang bawa anak-anak tapi anaknya dipakain jas juga dan very well behaved. Ada anak yang seumur Denzel dan bisa duduk diam tak bersuara...ckck.. kebayang Denzel bisa seperti itu. Etika lainnya adalah semua sunyi senyap selama konser, gak ada yang berbisik, gak ada yang main hp, gak ada yang foto (kecuali gua diam-diam foto dari balik kertas acara). Lucunya begitu selesai satu bagian baru deh semuanya tepuk tangan dan batuk batuk. Kayaknya udah ditahan-tahan, jadi pas jeda baru deh batuk beramai-ramai haha...

Konsernya sendiri pasti sangat mengagumkan buat pecinta musik klasik karena gua lihat pada menikmati banget. Gua cukup bisa larut juga meski gak tahu simfoni apa yang lagi dimainkan, yang ironis tuh hubby yang pengen eh pas jeda kedua dia ketiduran dong! Yang langsung gua sikut biar bangun haha... Dua temen kita juga gak tahan ngantuknya langsung pulang bahkan sebelum jeda. Emang kita udah tahu bakalan ngantuk karena tidur hanya sekedarnya di pesawat. Tapi emang hanya itu hari bebas kita, jadwal besok-besoknya sudah full seminar.


Gelap dan kabur gak berani pakai flash
From my seat

Nah balik lagi ke Festival of Lightsnya bener-bener keren lho, kirain cuma permainan lampu saja tapi ternyata lebih dari itu, gua sempet videoin di mana mereka bisa bikin seakan-akan batu di Gate itu terputar satu persatu, berubah posisi even runtuh. Sayang entah kenapa gua gagal melulu upload videonya, padahal filenya sudah dikecilin.



Bradenburger Tor atau Bradenburg Gate ini merupakan pusat kota kota Berlin. Seringkali demo atau pengumpulan petisi dilakukan di sini.
304 pasang sepatu untuk korban ferry Sewol

Tahu mau difoto, cowok ini malah sengaja bergaya buat gua. Perhatikan foto siapa yang ada di dalam toilet. Sebegitu demokratisnya negara Jerman
Berikutnya di daerah sekitar situ kita nemu bangunan aneh yang menarik perhatian, ternyata Memorial untuk orang Yahudi yang terbunuh saat holocaust. Kalau malam percaya deh kesannya menyeramkan banget meskipun banyak yang berkerumun di sana. Karena buru-buru takut telat ke konser, kita gak mampir lama, baru keesokannya datang buat foto-foto lagi deh. Karena baru habis nonton film The Maze Runner, gua merasa beneran di balik maze terutama saat jalan ke bagian tembok yang tinggi. Di area 19.000 meter persegi itu ada sekitar 2000an tembok semen yang disebut stelae. Semuanya berukuran sama yaitu 2 x 1 meter kurang lebih dengan tinggi yang bervariasi antara 20 cm hingga 4,8 meter.
 
 

 Kemudian ada Checkpoint Charlie yaitu pintu perbatasan antara Jerman Timur dan Barat. Charlie sebenarnya hanya kode setelah ada Checkpoint Alpha dan Bravo di tempat lain, tapi Checkpoint Charlie inilah yang paling terkenal saat perang dingin saat itu. Seringkali tank-tank Amerika Serikat berhadap-hadapan dengan tank Uni Soviet di balik sono. Saat ini Checkpoint Charlie menjadi salah satu pusat turisme yang ramai.



Dan terakhir tentunya yang tak boleh dilupakan adalah Berlin Wall yang terkenal. Sepanjang tembok ini ada pertanda untuk setiap korban yang meninggal saat mereka menerobos tembok untuk bertemu dengan orang yang mereka kasihi. Yang gua ingat seorang pemuda yang terpisah dari ibunya, seperti kesetanan tanpa mengindahkan tembakan peringatan meloncat ke atas tembok hanya untuk dihujani peluru bertubi-tubi.




Bangunan yang menghadap barat tembok

Bangunan yang sama di sisi timur tembok
Selama travelling baru kali ini gua melihat kontrasnya satu negara dengan dua ideologi yang berbeda. Juga untuk pertama kalinya melihat, membaca, menonton kekejian dan sejarah kelam dalam kemanusiaan. Satu yang gua saluti adalah Jerman tidak berusaha menutup-nutupi sejarah dan fakta-fakta yang ada  karena bagaimana pun manusia akan lebih manusiawi apabila mau belajar dari kesalahannya.


Monday, December 08, 2014

Bandung for Animal Lovers

Dua minggu lalu kita ke Bandung. Berangkat Jumat malam karena Denzel masih sekolah dan masih les Yamaha dulu. Gua dan hubby juga kerja dulu karena udah keseringan cuti:P Kali ini kita nginap di Hotel Hyatt Regency di Jalan Sumatera. Hotel ini sudah berumur tapi masih cukup bagus. Kamar luas dengan karpet. Ada bath tube di kamar mandi.


Baby cot buat Diaz, baru sadar kayaknya Diaz udah kegedean, tapi anaknya tidur nyenyaaaak
Setelah ujian harian tiga minggu berturut gua pikir minggu berikutnya adalah minggu tenang sebelum UAS. Ternyata rekor deh ujian berturut selama empat minggu disusul tanpa henti oleh UAS. Syedap, tapi holidays must go on dan seperti kata Denzel kalau mau nilai 100 kan harus nginap di hotel dahulu :P
Belajar dulu sebelum jalan-jalan
Cakep-cakep pakai sandal siapa?
 Breakfast yang menurut hubby dulu sangat lezat sekarang biasa-biasa aja. Standar tapi kurang lengkap di sana sini. Contoh ada pancake dan waffle tapi gak ada selai coklatnya terus gak ada yoghurt meskipun ada paapan namanya selama dua hari.

Untungnya si mochi suka dan lumayan lahap

Apalagi yang satu ini, tiap hari ambil sosis tiga biji dan makannya menikmati banget
Masih pakai piyama karena mau berenang habis breakfast
 Ada kids club juga meski gak bagus-bagus amat tapi lumayanlah yang penting bersih. Terus uniknya ada gamelan, angklung, dan congklak. Lumayan buat kasih tahu Denzel wujud congklak setelah dia ribut nanya saat belajar permainan tradisional untuk pelajaran Pkn. Sayangnya sport club ini gak ada petugasnya lho. Waktu itu kan kita berenang tapi hanya sebentar terus hujan turun lebat. Otomatis banyak yang lari berteduh ke sport club termasuk anak-anak dan basah deh lantainya. Takut Diaz tergelincir kita umpetin dia ke tempat mandi bola tapi dalam sekejab si bocah lari mau nyusul Denzel ke tempat gamelan dan karena lantai sana sini licin, terbanting deh ke lantai :( Kita mau ngelapin lantai juga sulit gak punya kainnya.

Selain berpuas-puas di hotel, kita juga nyempetin diri jalan-jalan ke Museum Geologi. Iya bener ke museum :) Ok, emang gua merasa agak guilty feeling karena di Indonesia hampir tidak pernah ke museum apalagi mengajak anak-anak. Oleh sebab itu setelah searching sana-sini kayaknya museum Geologi di Bandung ini cukup menarik dan mudah-mudahan menjadi a good start untuk wisata museum-museum selanjutnya.


Turns out museum ini cukup bagus. Cocoklah sama anak yang curiositynya tinggi seperti Denzel.

Takjub dengan kerangka gajah purba



Mengagumi kerangka kerbau purba

Sampai garuk kepala lihat kerangka T rex
Lantai satu dengan segala era kehidupan manusia dan fosil-fosilnya. Tempatnya agak panas karena tidak pakai AC yang sangat gua maklumin dengan harga tiket gak sampai goceng. Eh, tapi ternyata saat kita naik ke Lantai 2 tempatnya lumayan bagus dan berAC. Ada berbagai macam jenis mineral, seksi bencana yang paling diminati Denzel seperti video edukasi tentang longsor, tsunami, gempa bumi dan letusan gunung berapi. Khusus untuk gempa bumi ada stimulasinya yaitu satu panggung di mana kita bisa merasakan gempa bumi. Hampir sama seperti yang di Jatim Park.

Sayangnya tempatnya gelap jadi foto-foto agak kabur. Terus lift menuju lantai 2 benar-benar mini, hanya bisa ngangkut dua orang yang agak kurus atau satu orang gendut (bukan hiperbola). Alhasil sudah pasti stroller Diaz gak bisa naik dan dia sedang pulas pula di stroller. Kita tadinya cuma mau di atas bentar ninggalin Diaz di bawah dengan BSnya eh tak tahunya Denzel enggan pulang jadi mungkin ada sejam di atas.

Ki-Ka : Meneliti batu-batuan, melihat aneka minyak dan motor asli yang dievakuasi dari letusan gunung berapi

 Diaz anak yang suka pada binatang. Suka pakai bangett! Jadi kalau jalan-jalan tiap pagi dan sore di taman  dan ketemu dengan anjing, dia akan senang bilang guk-guk sambil tunjuk-tunjuk. Meskipun  anjing-anjing tetangga-tetangga gua kadang-kadang termasuk anjing yang menyeramkan semacam pitbull, german sheperd, rotweiler. Diaz tuh gak ada gentarnya meski kadang gonggongan anjing-sekalipun dalam kandang nyaris bikin hati gua mau copot.  Begitu juga sama kucing, kalau sampai lihat kucing pasti dikejar trus mau dipegang yang tentunya dilarang.

Oleh sebab itu gua langsung pengen ajak dia ke Laktasari Farm di PVJ. Tiket per anak Rp.60.000 boleh didampingi satu orang dewasa dan dapat sekeranjang sayur + wortel dan sebotol susu untuk anak kambing. Tadinya BS agak khawatir Diaz bakalan takut karena ini kan bukan binatang yang dia sering lihat sehari-hari. Aiiiih, ternyata happynya gak ketulungan. Duh, anak ini penyayang binatang bukan kepalang. Kepala anak domba, anak sapi diusap-usap, kelinci diusap-usap, bahkan tahu-tahu lari ke gudang dimana ada dua anjing Siberian Husky juga hampir dipegang kalau gak kita cegah.

So happy..
Nyuapin daun ke anak domba


Denzel juga gak kalah antusiasnya, dia udah bisa kasih minum anak sapi pakai botol yang lebih besar. Untuk susu ini ataupun mau tambahan sayur/ wortel/ susu harganya Rp. 5000/ porsi. Awalnya gua gak tahu boleh beli lagi, jadi begitu Diaz tahu keranjangnya kosong, tanpa malu-malu dia ngekorin anak lain yang jauh lebih gede dan menjulurkan tangan untuk minta... haha... anak ini emang pede habis. Terus sama tante yang jaga dikasih sedikit eh dia bolak balik minta lagi lho sama si tante itu berkali-kali dan dikasih mulu, mungkin karena Diaz cute hihi...

Old McDenzel


Sebenarnya Laktasari farm ini mini nian, tapi namanya buat anak-anak apalagi Diaz udah puas banget. Beneran gak mau udahan sampai harus dibopong paksa. Oh, ya pulangnya dapat dua susu segar sapi. Susunya enak, langsung dihabisin oleh dua bocah.

Pulang dari sana, Denzel ribut minta masuk ke Bird Park yang ada di seberangnya. Gua rada males karena kalau dibandingkan Jatim Park kecil dan kurang lengkap. Tapi karena si bocah memelas terus akhirnya kita masuk juga deh. Tiketnya Rp. 50.000 baik untuk anak maupun dewasa sudah termasuk keranjang makanan lengkap (potongan buah+ daging+ biji-bijian+umbi2an+ jangkrik).  Diaz karena masih di bawah umur 2 tahun free. Ternyata selain aneka burung ada kelinci, kancil dan kura-kura.

Di sini si bocah kecil juga nunjukin keberanian yang cukup mencengangkan. Gua aja terus terang seram sama beberapa jenis burung macam si Senor tucan itu. Sebenarnya sih tahu gak papa ya, tapi paruhnya itu...

Brave boy
Nah gua baru tahu kancil bentuknya seperti ini

Maunya nyuapin pake tangan gak mau pakai tusuk lidi lagi:P
 

Masalahnya karena datang saat weekend adalah kelinci-kelinci, kura-kura sudah kekenyangan dan menolak disuapin haha.. Untungnya burung-burung kayaknya tidak mengenal lapar.. Di sini juga lama karena bolak balik minta beli lagi biji-bijian. Ada trik supaya burung-burung mau hinggap di tangan kita yaitu dekatkan dahulu tangan kita yang penuh biji ke lantai, ntar mereka akan lompat dan hinggap di tangan kadang sekaligus banyak. Tapi gak semua anak suka sih, karena kan cengkramannya agak sakit atau geli2 gitu. Selama di sana gua lihat banyak anak yang awalnya senang akhirnya nangis sampai yang nangis dari awal mungkin karena fobia. Yang mengherankan mamanya tidak mau keluar lho, mungkin pikirnya sudah bayar mahal jadi tetap duduk di dalam, sambil dua anaknya nangis histeris setiap burung-burung meloncat ke arah kaki mereka jadi petugas yang sibuk ngusirin burung-burung.

Dan tentunya si Diaz selalu jadi contoh ortu yang anaknya takut atau menangis, tuh adik kecil aja berani dan beberapa bocah langsung diam dan akhirnya jadi berani:) Padahal namanya anak-anak yang ditakuti mah beda-beda. Diaz masih rada takut air contohnya sampai sekarang:P

Yang pasti holidays kali ini sangat mengesankan buat anak-anak. Setiap kali Diaz lihat video saat ia nyuapin little lamb masih ketawa ketiwi kesenangan.

Beautiful woodpecker

Mengamati burung