Bagi yang mau wiskul di Medan, mungkin bingung mau mulai dari mana saking banyaknya haha.. Tapi buat gua, udah ada list makanan yang musti-harus-wajib-gak boleh tidak yang harus gua makan. Sedihnya berhubung cuma pulang 6 hari (minus 2 hari di luar kota) belom lagi kalau Imlek banyak tempat makan yang tutup, list gua cuma terpenuhi separohnya, padahal waktu bikin list itu juga udah banyak yang gua hapus2 saking mau realistis gak mungkin sempet kalau semuanya.
Berikut yang sempat gua makan :
1. Jln SemarangMeskipun sekarang sudah ada foodcourt di Merdeka Walk maupun mal2, tempat jadul ini masih menyimpan daya tarik tersendiri. Apalagi gua penggemar Kue tiau Shen Dian Xia (Lydia Sum). Dulu yang goreng muka dan perawakannya sampai kacamatanya persis dengan komedian terkenal HK itu. Sayangnya beberapa tahun yang lalu beliau meninggal, untungnya ilmu sudah diwariskan pada putrinya dan tetap enak lho. Bagi gua pribadi ini jelas lebih enak dari kwetiau Akang, Cie Mei, Agogo etc etc yang di Jakarta sudah tersohor sekalipun.

Nasi Sayur Ahua
Cimkong (crab) dan selat popia
Martabak piring Murni (Jl Bogor simpang Jl Selat Panjang) 2. Jln Selat PanjangIni juga salah satu tempat yang mesti dikunjungi. Kalau di Jalan Semarang, kita duduknya di udara terbuka samping trotoar dan sebagian badan jalan, kalau di sini bentuknya deretan ruko-ruko tapi boleh kok kita mesan dari ruku sebelah2. Meskipun mayoritas makanan tak halal, tetap ada kok pilihan halal dan enak.
Kalau sudah di sini bingung banget karena pengen makan semuanya:) Yang terkenal antara lain:
a. Mie Tiong Sim
b. Mie Hokian
c. Mie Khek
d. Nasi Ayam ( Gua suka yang no.14 tapi ada yang di nomer 10 dan no 1 juga enak dengan ciri khas masing2)
e. Bubur Ayam kampung dan Pek Cam Kee (potongan ayam rebus dengan bawang yang wangi)
f. Bubur Babi
g. Bakpau Kacamata
h. Sate Padang Ajo
i. Es campur, es teler, es sekoteng (sama sekali tidak mirip sekoteng di Jakarta)
j. Kue-kue khas Medan
Menyedihkan, kita gak sempat ke sini tapi untungnya berhasil nyelipin take away Mie Khek ini.
Mie Khek ini bukanya pagi-pagi dan keburu habis sebelom jam 12.

Kira2 nasi ayam spt ini, tp yang ini beli di Nasi Ayam Asen Jl S.Parman
Di Jln S. Parman juga sempet take away mie thien sin (masih saudara mie tiong sim) cuma beda beberapa ruko dengan nasi Asen. Mie buatan sendiri ini unik karena tipis banget dan pangsitnya juga enak banget.
3. Jln. PagaruyungKalau di Medan sebut saja Kampung Keling pasti sudah tahu area ini. Sebenarnya lebih tepat disebut Little India kali ya. Nah, tentunya yang khas adalah makanan2 India yang sudah dimodifikasi ke cita rasa Medan haha..

Yang ini sebenarnya martabak Mesir, semacam kulit tipis yang dibikin dadar dengan kuah kari, kemudian disajikan dengan kuah kari Kambing, irisan acar bawang merah dan timun, lezaaat. Di Medan bisa dipastikan pembuat martabak Mesir hampir semuanya orang India, tp anehnya selama dua minggu di India, hubby gak nemu martabak ini meski sudah nyari2!
Kemudian ada Emie atau mie rebus. Yang masak juga masih orang India. Kuah atau sausnya dibikin dengan kaldu udang giling sehingga rasanya gurih, agak manis tapi masih ada asinnya. Dicampur dengan cabai hijau rawit giling, Mantaaaap!

4. Fountain CafeAda di Sun Plaza dan Thamrin Plaza. Tempat nongkrong saat ABG yang masih bertahan, dulu di Deli Plaza, entah masih ada atau tidak. Selain burgernya yang khas (gak ada mirip2nya dgn Burger di McD, AW, BK or others), mie or nasi goreng. Yang membuat gua sering rindu bahkan ngidam pas hamil Denzel dulu adalah es krimnya.
Suerrr, ga boong. Akhirnya hubby mengakui ini es krim terenak yang pernah dia makan *di bawah ancaman tentunya*. Mungkin karena racikannya pas, pakai rhum dan wangi.. hmmm, belom lagi kalau udah tahu harganya rata-rata cuma belasan ribu, pasti makin nyengir deh. Kalau bawa Denzel pasti rebutan, selain jatah dia yang dia makan cepat2, kalau sudah agak mencair gak mau lagi dan ngincer punya kita:)
5. Kota CaneSalah satu lagi daerah Pecinan yang kaya cita rasa kulinernya. Kayaknya gua udah dibawa ke sini sejak bayi dan bisa dibilang gak ada perubahan dari masa ke masa. Makanan topnya antara lain sup bihun dengan kepala ikan kakap, kwetiau siram dan kodok goreng! Juice di sini juga enak2 antara lain yang special spt markisa asli dan terong belanda.
Bangunan bersejarah
Kwetiau siramJangan nilai penampilannya. Awalnya hubby cembetut krn gua larang dia pesen kwetiau goreng biasa karena dia ragu dengan penampakannya dan cenderung senang makanan yang kering. Hmm, sekarang kena batunya karena gua yakin diam2 dia sering merindukan kwetiau siram yang dilahap tandas dlm tempo yang teramat cepat utk ukuran dia. Kalau gua tanya, di Medan mau makan apa? Pasti otomatis jawabannya ini haha..
Bihun sup kepala ikan kesukaan pho-pho
Kodok goreng kesukaan mama *sluuurrrpp*
Nasi hainam ayam untuk Denzel Sayangnya nih bocah kurang suka padahal gua icip enak kok.
6. RM Gek LanKalau RM ini baru happening akhir2 ini dan sering gua lihat dibahas oleh blog2 dan teman2 pecinta kuliner. So akhirnya nyobain juga, cuma untuk teman2 yang tidak punya guide sebaiknya di skip karena cukup jauh dr pusat kota di daerah Titi Kuning.
Sempet nyoba yang di gembar gemborkan enak yakni kepiting. Pesan dua ekor, dimasak saus padang dan lada hitam. Hmmm, not bad but definitely not a priority is my list again. Di Jakarta banyak masakan kepiting yang lebih enak kok. Selain kepiting yang rada mahal, masakan lain sih murmer dan lmyn rasanya.

Tapi yang menjadi spot of attraction mlm itu adalah .......
Samcan goreng, the most sinful and delicious food everCkck.. sam cam bukan kesukaan gua, tp gua gak bisa berhenti makan. Untung Dec kemaren gua baru cek kholesterol dan masih jauh di bawah 200, aman.. aman.
7. Restaurant MikadoMalam sebelom sincia kita makan di sini. Sayang beribu sayang lupa bawa kamera dan tentunya kita sibuk makan haha.. Restoran ini juga udah eksis lamaaaa banget dan enak. Karena malam sincia tentunya rame sampai full house. Untung owner masih teman nyokap jadi bisa disisipin satu meja. Dan tentunya kita gak bisa pilih menu lagi, semua meja hidangannya sama.
Gua lupa apa saja yang jelas ada sup hisit, bebek + mantou , ayam, santapan dingin kombinasi (ubur-ubur, babi, pek cam kee, sotong crispy dll), es krim dll. Denzel agak susah makan di sini karena dia takjub melihat ada dewa rejeki( uang) yang setelah nyanyi dan nari2 di panggung berkeliling memberi angpau dan permen2 ke anak2 termasuk Denzel.
Setelah di bocah nanya terus siapa dan susah ngertinya akhirnya gua jawab aja Chinese Santa Claus, si bocah mengangguk puas tanda setuju. Haha.. pakai jenggot juga sih.
8. Mie Hokian Jl. Lebong
9. Miscellaneous
Yang gak boleh dilupakan tentunya Sate Padang kalau ke Medan. Sayangnya gua gak sempat ke tempat2 yang dulu merupakan tempat idola seperti Sate Padang Jln Kalimantan, Sate Padang samping Bata Jln A. Yani ataupun Sate Padang Ajo di Jln Selat Panjang. Soalnya pas Denzel tidur siang, gua sama hubby nyelonong bentar ke Jln. Sisingamangaraja (samping kolam renang Paradiso) untuk icip2 sate padang ini beserta es campurnya. Biarpun harganya murmer tapi rasanya kurang menurut gua huhu.. Kalau ada waktu harus ke Sate Padang yang gua sebut di atas.

Es Campur Medan juga sebenarnya harus dijajal di tempat2 yang sudah terkenal antara lain Jn Jose Rizal. Di sana ada dua RM khusus menjual Laksa Medan (dengan mie yang putih tebal seperti udon, kuah pedas asam dgn taburan ikan sarden, kemangi) dan Es Campur, Es Cendol dan kue-kue yang enak especially lemper udang dan ayam.
Dan uniknya sarapan di Medan pilihannya tiada terbatas mulai dari Kari Bihun, kwetiau goreng, Lontong/Nasi Sayur, Nasi Lemak, Emie, Mie Khek, Mie Pangsit, Mie Hokian, Pulut, Kue-kue Medan dsb dsb.
Saran gua, kalau mau menghayati sarapan yang sesungguhnya, tinggalkan buffet hotel. Seperti saat dua tahun yang lalu, krn pulangnya rame2 dan kita terpaksa nginap di Novotel Soechi yg terletak persis seberang rumah, akhirnya kita milih makan di pajak (pasar) Hong Kong di basement Hotel daripada sarapan buffet yang pasti sama spt di Jakarta.
Kalau ke sini jangan lupa beli Nasi sayur/ lontong sayur 13 anak. (Krn yg jualan punya 13 anak tp sekarang usaha diteruskan oleh salah satu anaknya). Yang enak adalah kikil dan rendangnya, hubby aja tergila2 saban pagi maunya makan ini terus. Sayangnya tidak ada tempat untuk dine in. semua pembeli adalah penghuni di sekitar pasar yang take away. Selanjutnya ada Nasi Lemak (semacam nasi uduk ) Jln. Pekantan. Asli dendengnya enak banget. Ada juga beberapa tempat yang gak gua cantumin karena letaknya di antara lorong2 dan pasti bisa nyasar nyarinya:)
Panjang juga jadinya postingan ini hehe, Gimana kalau semua list gua terpenuhi ya, wadoh?
Juga baru nyadar ternyata wajar kalau BB gua naik 4 kg selama perjalanan singkat ini:P
“One cannot think well, love well, sleep well, if one has not dined well.” - Virginia Woolf