Sunday, February 23, 2014

Birthday Boy

Diaz ulang tahun pertama tanggal 18 Januari kemaren. Setelah bimbang dan ragu sejenak, kita mutusin hanya makan-makan keluarga di restoran dengan asumsi bintang utama toh belum enjoy dan mengingat pengalaman ultah Denzel yang pertama dulu yang membuat dia cranky. Pesan kue juga baru dua hari sebelumnya... emang gua miss last minute. Teman gua yang tahu, sampai gregetan banget, untuk ultah anaknya sendiri dia bikin run down dan printilan 8 bulan di depan yakni saat anaknya masih 4 bulan. Emang sih jadinya bagus banget udah kayak acara merit segala. Tapi gua males ribet, lagian yang datang kan keluarga sendiri ini hehe..

Last minute cake, bagus juga kan?


Sambil nunggu yang belum datang, foto-foto dulu sebelum mulutnya celemotan

Tanggal 17 hujan deras dan mulai banjir, langsung nostalgia satu malam sebelum kelahiran Diaz suasananya juga sama persis. Keluarga di Bandung juga tanya apakah mereka bisa sampai dengan aman sentosa di Jakarta. Hari H, kita find out akses ke restoran Angke tempat kita sudah reservasi gak bisa diakses:(

Last minute (kalau ini bukan salah gua tapi faktor alam), kita mutusin pindah deh ke salah satu restoran di PIK. Untungnya makanannya enak-enak juga. Untunglah dan yang terpenting sih kita cuma mau mengucapkan syukur atas perlindungan Tuhan pada Diaz mulai dari kandungan hingga umur setahun. Kadang bagai mimpi mengingat betapa khawatirnya kita waktu gua sempat perdarahan sampai melihat sekarang dia tumbuh dengan sehat dan bahagia.

Diaz sedikit lebih serius aka cool dari Denzel waktu bayi. Kalau Denzel ketawa ngakak melulu, Diaz selalu tersenyum simpul aja, baru ketawa kalau kita cium pusarnya atau gelitik badannya atau kalau main sama kokonya. Sama-sama anak yang murah hati, kalau kita minta apa aja yang dipegangnya pasti dikasih (kecuali makanan pura-pura dikasih tapi gak pernah dilepasin, ntar ditaruh di telapak tangan kita terus diambil lagi sambil senyum jahil).

Soal kegembulan boleh ditanding. Meskipun tidak kelihatan segemuk dan segempal bayi sumo Denzel, Diaz lebih agresif lho soal makan. Contohnya Denzel gak pernah sampai merebut apapun yang kita pegang paling merengek minta. Terus yang lucu waktu Diaz umur 7-8 bulan dan sibuk merangkak di lantai. Awalnya dia berusaha merebut biskuit yang lagi dimakan Denzel, tapi Denzel akhirnya berdiri sehingga gak bisa direbut. Diam tak ada suara, gua curiga dan samperin, ternyata dia asyik mungutin remah-remah Denzel terus dimakan! Karena tangannya belum bisa menjumput, anak ini basahin dulu telunjuknya dengan ludah terus ditotol ke remah kan nempel tuh terus masukin mulut deh. Wah, ngamuk hebat dia waktu gua angkat.

Sejak itu dia sibuk totolin jari lho ke bintik di lantai (kebanyakan kan emang noda di parket doang), tapi dia gak pernah patah semangat tuh. Kadang gua ngelirik dan teriak "Nooooooooo, Diaaaaaaaz!!!", dia merangkak kabur dengan cepat sambil senyam senyum. Alhasil gimana gak parno coba, gua udah pernah lihat dia makan semut, laron (hampir) terus ngemut yang aneh-aneh penghapus Denzel, pas foto (gak tahu kenapa bisa keambil), earphone, kertas, potongan mainan dsb dsb.. Mana Denzel kadang belum bisa selalu mengingat gak boleh taruh lego sembarangan. 

Sampai sekarang kebiasaan notol2 remah masih lho, tapi gua juga gak mau batesin dia di ranjang terus. Dia sih lumayan bebas berkeliaran di mana-mana meski kamar berantakan separah-parahnya. De javu lagi kadang-kadang karena gua beberapa hari sekali harus terbalikin kotak speaker karena seperti Denzel, dia juga suka masukin semua barang ke lubang speaker. Terus dia seneng banget main peek-a- boo tapi dia yang ngumpet bukan kita. Ntar dia jongkok ngumpet di balik ranjang terus pas kita bilang boooo langsung dia berdiri sambil ketawa cekikikan. Suka minta dikejar, kalau merangkak melihat ke belakang kalau kita kejar langsung ketawa heboh kabur dengan cepat, kalau dicuekin nangis dan merengek-rengek sedih.

Masih memuja koko Denzel, kalau Denzel ajak main selalu ketawa even kadang mainnya kasar jack! Kadang sih mainnya normal dan hanya bercanda biasa tapi kalau udah kebablasan gawat juga. Masa kadang kepala adiknya ditarik dicium-cium (Diaz ketawa senang), kakinya disilang-silangin yang mana kita teriak (Diaz ketawa senang),  dilemparin bantal (Diaz ketawa senang) sampai yang terbaru dan bikin gua marah banget lehernya dililitin kabel telepon yang panjang itu sampai kelihatan tercekik gitu (Diaz ketawa senang). Memang harus diawasin terus tapi kadang baru gua tinggal atau lengah beberapa menit ya bisa kejadian. Denzelnya sih gua tahu sayang, tapi mainnya ampun deh, sementara gua berusaha menahan marah dan hanya sesekali kasih time out, takutnya dia jadi kesal sama Diaz kalau gua galakin. So far mereka sendiri gak pernah berantem, lha giman berantem kalau Diaznya rela dan ikhlas begitu.

Umur 13 bulan ini baru bisa berdiri sebentar banget terus jongkok. Tapi seneng banget minta dititah. Gua sih gak khawatir, Denzel juga umur 17 bulan baru jalan dan nyatanya sekarang lari paling cepet di sekolah:) Ngomong juga masih mama, papa, mamam dan bahasa Planet yang kalau lagi seru bisa panjang dan tanya jawab dengan kita. Kadang gua denger mirip-mirip bahasa Thailand yang rada-rada sengau, kadang mirip bahasa Korea lho yang belakang banyak vocal o, kalau kata Denzel dia yakin ini bahasa Mars haha..

 Anyway.. Happy Birthday my sweet son.... Love you so much. You bring  a lot of joy to daddy, mommy and koko. May God bless you always!

 

PS : Setelah gua lihat-lihat muka Diaz berubah-ubah terus ya tiap bulannya. Foto umur berapa bulan yang paling lucu?

Sunday, February 09, 2014

Oishii

Gak semua orang suka makanan Jepang, mungkin karena gak terbiasa. Apalagi jaman gua kecil, kayaknya asing deh namanya sushi, sashimi, udon dan sebagainya. Gua juga lupa bagaimana ceritanya bisa jadi suka makanan Jepang. Kayaknya sih pertama dari Hok* Hok* Bento awal datang kuliah di Jakarta, padahal itu juga bukan makanan Jepang asli kan hehe. Kemudian berlanjut ke cipicip section Japanese di buffet-buffet hotel, lama kelamaan gua makin suka aja pada semua varian makanan Jepang.

Nah, berikut jajaran makanan-makanan Jepang yang sempat tercapture dari perjalanan kita tahun lalu 
Ramen

Tipikal restoran di sana, selalu ada replika makanan di depannya yang sangat memudahkan turis seperti kita
Bento section di supermarket yang bikin ngiler....

Mau semuaaa

Kalau bento yang tertutup pun ada replika supaya pembeli tahu isinya

Beli juga ... slurrp

Rasa bento-bentonya enak tapi sayangnya dingin...

Eating bento @ Hotel

Udon jadi, bukan instan

Berikut isinya, ada dagingnya lho, sayang sekali lagi dingin hiks

Menu set original

Oishiiiiiii

Enak tapi kurang banyak

Kedai takoyaki di Osaka

Pembuat takoyaki


Percayalah rasanya lebih meyakinkan daripada penampakannya

Takoyaki dan onomiyaki aslinya dari Osaka, jadi selama di Osaka kita nyoba dong takoyaki dan rasanya lumayan beda juga sama sini, tako alias octopusnya berasa, terus adonannya lebih fluffy.

Restoran udon, pilihan tempura alias gorengannya persis Marugam* udon di TA

Rasanya juga sama persis
 Udon juga katanya terkenal kalau di Osaka. Emang Osaka udah terkenal makanannya enak-enak, sayang kita cuma sehari di sini. Kalau udon yang kita coba sama persis rasa maupun cara saji dan pemilihan tempura dsb dsb spt Marugame Udon di TA.

The real yoshinoya

Coba di yoshinoya sini ada unagi, gua pesen tiap hari
Cerita soal Yoshinoya ternyata harganya muraaaah, kayaknya ini makanan termurah sepanjang gua makan di sana. Tadinya gua pikir bento-bento itu yang paling murah (karena yang beli banyakan pelajar dan pekerja buat makan di jalan). Tapi ini asli murah, hampir sama aja dengan harga di oulet sini. Rasanya sih beda jauuuh, jauh lebih uenak. Terus lihat gak, gua pesen telur setengah matang di mangkok kecil, rasanya super. Sampai balik dari sana, gua rikues telur dan unagi dan alhasil dipandang dengan aneh:P 

Makan di salah satu kedai di Nishiki Market, so fresssh
Es krim matcha dengan soes fluffy depan Ginkakuji Temple
Bolu Jepang
Bolu Jepang ini dibeli karena kita gak ketemu kue tar untuk ultah Denzel, kasian ya.. ampun deh udah keliling bakery di sekitar mal-mal samping hotel tetap gak ketemu sementara hari itu hujan lumayan deras, so akhirnya dengan persetuhuan Denzel kita beli aja bolu Jepang. Kecil-kecil gini harganya lumayan mahal juga, padahal rasa sama aja kaya Rati-Rati di PIK yang harganya hanya separohnya. Tapi lumayanlah, setidaknya bisa tahu rasa original bolu gulung Jepang.

bikin dulu fish dorayakinya
Put ice cream there, here you go! Denzel habisin satu sendiri
Lanjut, hutangan posting berkaitan kuis waktu itu haha.. sori telat banget pengumumannya, gua sendiri sempet hampir kelupaan.
Pertanyaannya sedang ngapain si bocah:P?



 Jawabannya..... Jreng...Jreng....

Jadi si bocah lagi terkesima melihat pembuatan modanyaki. Modanyaki itu varian dari okonomiyaki atau juga disebut modern-yaki. Seperti bisa dilihat pakai mie di atasnya. Pembuatannya cukup lama sekitar 15-20 menit dan harumnya itu ya ampuuun, gua aja sibuk telen-telen ludah, mana yang bikin koko Jepang ganteng pulak. Rasanya sih enak, mirip okonomiyaki tapi unik karena ada mie dan mayonnaisenya mantap meski saus  yang dilaburi terakhir agak kemanisan buat gua. Denzel si gembul sih suka banget nget.

So the answer is :
Jangan salah fokus ya buibu
Daaaaan setelah menimbang dan menilai, maka pemenangnya adalah :

1. Patzie
"Denzel lagi melihat pembuatan makanan yg lagi dibuat chef nya. Karena kepngen segera mencicip."


dan yang hampir mendekati :
2. Debby
" lagi di kedai makanan di jepang, banyak makanan yg menggoda sehingga Denzel bingung milihnya ditambah lagi kebelet mau pipis maka posisi duduknya aneh :D"

Huahaha.. Gak kebelet pipis tante cuma Denzelnya aja terlalu asyik dan konsen sampai itu dia berlutut di atas kursi lho, gua aja gak sadar lho dia melet, pas lihat di foto aja sampai ketawa sendiri. Anyway Selamat buat yang menang, hadiah akan dikirim secepatnya dan thanks buat yang sudah partisipasi ya, next time akan dibuat kuis yang lebih seru lagi:)

Tuesday, January 07, 2014

The Rest of Jatim

Hari kedua di Malang dimulai dengan kuliner yang tepat yakni Cwi mie Gang Jangkrik.

yummy...
Habis itu ke Jatim Park 1, meski katanya sudah agak lama tapi masih pantes kok dikunjungi kalau ada waktu. Harusnya Denzel berkunjung ke sini sebelom ujian cocok nih. Ada baju-baju daerah, rumah adat, tradisi sampai miniatur bangunan bersejarah mulai dari prasejarah sampai abad ini. Menurut gua sangat edukatif dan cocoknya nih field trip sekolah ke sini nih.


Contoh kehidupan desa
Miniatur

Tetep minta main
Pas di sini cuacanya cerah dan terik jadi agak pusing juga. Untung ada tempat tertutup seperti museum pos dan yang menarik museum pengetahuan (gak mudeng nama persisnya). Di sini kita bisa mencoba stimulasi gempa sambil duduk di ruang tamu, masuk ke ruangan bersuhu minus 16 dercel yang membuat gua deg-degan sambil membayangkan gimana kalau pintunya macet dan gua gak bisa keluar. Terus ada stimulasi tornado yang kita gak jajal karena lagi dalam perbaikan. Intinya sih menarik banget termasuk buat anak sekecil Denzel meski kadang kalau penjelasannya terlalu ilmiah dia juga gak ngerti. Pasti kalau untuk anak-anak yang lebih besar cocok banget. Sayang aja beberapa alat peraga sudah usang dan gak akurat lagi misalnya ada timbangan air yang mana menunjukkan gua cuma 35 kg ajah:)

Kita di sini kurang lebih 3 jam. Dari Jatim Park1 kita bisa naik shuttle bus free alias semacam kereta-keretaan kembali ke area Jatim Park 2. Lumayan gede spacenya sampai stroller Diaz juga muat. Di area ini kita berhenti di Eco Park.Tadinya gua gak punya bayangan Eco Park ini seperti apa, kirain ya hutan-hutan dan tanaman-tanaman aja eh gak tahunya bagusss juga.

Akhirnya kesampaian naik e-bike
E-bike ini ternyata untuk orang dewasa dan harus punya SIM. Sempet si mochi dikasih nyetir sendiri tapi ngebut so akhirnya kompromi deh gua duduk di belakang ngawasin dia.

Arena lukisan 3 D

Foto lagi sama senor tucan
Gak berhenti main ini, airnya bisa bikin nada-nada tertentu

Bagus ya, baru lihat merak varian begini
Eco Park ini gak kalah bagusnya sama Secret Zoo lho, malah ada section di mana burung-burung dibiarkan terbang bebas (tentunya dengan kubah berjaring tinggi), jadi kita bisa bener-bener ngeliat dari deket aneka burung dan merak.  Kita di sini sampai jam tutupnya lho dan pengunjung berbondong-bondong keluar, coba ada waktu sehari lagi hahaha.... Tapi intinya sih liburan kali ini puas banget.   

Oh, ya Diaz selama di perjalanan lumayan anteng dan tahan banting. Apalagi perjalanan ke Malang dan Batu ini kan kita jalan dari pagi sampai malam tanpa mampir-mampir hotel. Tips dari gua adalah jangan lupa membawa stroller. Selain kasih si ncus yang masakan harus gendong terus, rasanya bayi akan lebih nyaman untuk tidur sendiri maupun leyeh-leyeh di strollernya ketimbang masuk gendongan terus. Karena dingin si Diaz juga kerjanya makan tidur makan tidur, ampun deh sampai jam makan udah lewat dia masih nyenyak dan jadinya kita bangunin. Kata nyokap saking antengnya sampai lupa bawa bayi wkwkw.... Tadinya mama gua udah waswas  aja saat mutusin mau ikut jalan-jalan sama kita hehe

Terus Diaz kan emang makanannya home made semua, makanya gua bawa rice cooker, blender, beras dan sayur mayur yang sekiranya tahan seperti kembang kol, brokoli, wortel. Sesampainya di Surabaya gua segera mencari supermarket buat nyetok salmon, beef, telur dan buah-buahan. Emang agak repot sedikit tapi bayi yang kenyang adalah bayi yang happy kan?

Terakhir salam dari Mas Bagus di bawah ini:D

Tag sawang-sawang anakku ganteng tenan *mama narsis*


Sunday, January 05, 2014

Batu Night Spectacular

Lanjut cerita di Jatim.. keluar dari Museum Satwa, kita masih enggan pulang ke hotel dan Diaz juga masih anteng gak rewel sehingga kita mutusin lanjut aja ke Batu Night Spectacular. Sepintas  sih mirip sama pasar malam biasa, ada jualan baju, souvenir, food court, aneka wahana open air sampai rumah hantu. Gua sih recommend luangkan lebih banyak waktu ke Lampion Garden aja, karena unik dan gak ada di Jakarta. Tiket masuknya beda lagi, tapi cuma 15 ribu kok per orang.

So beautiful






Serasa di luar negri
Cinderella dan pangeran kecilnya :P
Bagus gak? Sebesar apapun upaya hubby mengcapture cahaya lampion, aslinya pasti beda. Belom lagi cuaca malam di Batu dingin, bener-bener malam yang indah buat kita semua. Sampai malam menjelang tidur rasanya di mata dan benak masih bersliweran lampu warna warni menghangatkan hati.

Monday, December 23, 2013

Warm Wishes

Tak terasa sudah mau pergantian tahun lagi, entah kenapa tahun ini jalannya cepet banget. Kayaknya baru kemaren Denzel merengek-rengek minta pohon natal. Waktu itu gua bujuk rayu tahun depan aja  habisnya  gua lagi hamil besar. Dan sekarang udah tiba aja saatnya nepatin janji. Btw seumur-umur gua baru punya pohon Natal sekarang lho. Waktu kecil, namanya pun tinggal di ruko, mana ada tempat untuk nyempil pohon. Lagian bagi gua lebih penting kadonya daripada pohonnya hahaha #matakadoan.

Sempat pesen online yang 7 feet setelah tanya sana sini termasuk pakar pohon natal, Felicia. Tapi janji tinggal janji, diundur aja gitu pengirimannya. Alasan orangnya sih,  barang lagi kosong dari pabriknya dan gua didesek ganti jenis pohon yang sama tapi ujungnya emas yang mana gua kurang sreg pula. Untung gua request COD meski katanya harus ditambah ongkir dan ongkos pemasangan. Jadi setelah menunggu hampir 2 mingguan gua cancel aja dan beli di fancy store deket rumah. Emang gak ada yang 7 feet, adanya paling gede 6 feet. Diam2 gua bernafas lega. Harganya meski beda 30 cm bisa beda hampir setengahnya ho ho.. #hemathemathemat.  Tapi yang terutama terus terang gua malesss banget kalau harus pasang, harus bongkar, belom mikir ntar simpennya makan tempat lagi pasti. Kalau ada gua malah pengennya beli pohon cemara asli ntar tinggal buang.. tapi pikir2 gak go green dong? Terus kepikir ada gak ya penyewaan pohon natal dan asli diketawain hubby, katanya bisa bangkrut kali wong disewanya setahun sekali he he...

Demi anak, akhirnya jadi juga pohon itu. Dan si Denzel tuh senenggggnya minta ampuuun. Pagi-pagi bisa lho sebelum sekolah dia udah bangun, ke bawah nyalain lampu hiasnya terus tiduran telungkup mandangin pohon sambil bilang bagus..bagus ya..  hati mama mana yang gak meleleh coba. Ternyata segitu gampangnya ngebahagiain anak. Selain ini, dia juga agak norak sih, tiap ada tamu yang datang, diajak untuk lihat sambil tanya, "Bagus kan pohon natal aku?". Sekarang sih udah agak bosen tapi masih semangat nunggu acara tukar kado sama sepupu-sepupunya.

Soal kado, bocah besar masih percaya sama Santa Claus dan let it be. Udah dari kapan hari juga sibuk tulis surat buat diri sendiri dan buat adiknya juga.  Buat Diaz, tulisnya minta mainan yang berisik (maksudnya ada bunyi-bunyian). Untuk sendiri minta lego lagi huaa, yang mana gua sempet bilang mnta aja yang lain nanti Santanya bosen minta lego mlulu dan dijawab nggak, Santa baik dan gak pelit. Maksudnya? jadi curigation jangan-jangan anak ini sebenarnya tahu gua yang beliin huahahaha.. Tapi pikir-pikir gak pa pa deh sebagai hadiah juga rapornya yang bagus. Nilainya berkisar 90-98, gak disangka-sangka emang karena kita sebenarnya sudah khawatir dia gak bisa adaptasi di sekolah besar begitu.



Lanjut ke Diaz, karena waktu bikin album kemaren dikasih voucher yang expired Desember ini, akhirnya kembali digotong untuk foto lagi dong:) Udah dipilihin jam habis makan siang supaya happy eh ternyata ketiduran di car seat dan moody waktu dibangunin. Bukan cuma bete tapi udah nangis jejeritan sambil dipakai baju santa :( 

Untung gua inget bawa rice crackers dan buru-buru sogokin dia. Dan voila.. langsung senyum-senyum bahagia sampai diketawain fotografer dan asistennya..  Sampai dipindah-pindahin ke dalam box telephone (kotak merah) pun dia cuek aja sambil ngunyahin snacknya. Duh, nurunin siapa sih kamu, nak:P #nutup muka pake bungkus cracker.



Gembulnya Little Santa
Tadinya mau foto berdua Denzel tapi sudah gak ada kostum yang cocok, katanya paling gede kostum Snowman, tapi itupun sudah gak muat. Sigh... emang udah gede anak ini, gak cocok lagi pakai kostum lucu-lucu. Gak hilang akal, gua minta hubby fotoin aja di rumah pakai props seadanya aka topi santa doang. Berhubung tahun ini gak ada piyama Christmas seukuran Denzel, terpaksa pakai piyama tahun lalu, lihat aja celananya udah cungkring:)

Laughter and joy

The..
Happy... 

Brothers...
PS. Gak ada foto Denzel cium adiknya yang bagus, jadinya burem karena Diaznya menggeliat-geliat gak karuan

And at the end..

To all my blogger friends and family,

Wishing you Merry Christmas,
filled with beautiful moments and cherished memories.
Also a wonderful Happy New Year
and every happiness throughout the coming year.