Showing posts with label Manado. Show all posts
Showing posts with label Manado. Show all posts

Monday, November 23, 2009

From Batman to Catwoman

Kira-kira ngerti gak judul postingan gua? Pasti pada bingung ya, sebenarnya mau Tom and Jerry tapi ntar kirain gua review film kartun. Sebelumnya soriii, buat para pecinta hewan... Gua jg pecinta hewan kok apalagi kitty dan doggy. Tapi kali ini bahasan kulinernya agak extreme... Semi-semi Fear Factor gitu deh..

Karena terletak di tepi laut sebenarnya Manado tuh udah lengkap dengan seafood2nya. Enak dan segar2 pula tapi entah kenapa, apa karena jago masak kayaknya seafood aja gak cukup, maka si Jerry maupun Tom gak bakalan survive lama2 di sini, terus ada pula Batman yang berakhir tragis sbg paniki etc.. Tenang, sodara2 sebelum panik, gua nggak nyampe nyoba kitty dan doggy kok:)

Sebelum gua berangkat, gua udah cari tahu tempat2 makan enak di Manado dan sekitarnya. Salah satu narasumber andalan gua adalah dokter S yang ngambil spesialisasi obsgyn di Unsrat so selama 4 tahun dia menetap di sana. Yang bikin gua percaya apa coba, sambil bercerita, gua lihat jakunnya naik turun.. ampunnn kayaknya dia rindu berat ama kuliner Manado hihihi...

So, berikut yang gua nyoba dan gua rekomen :

1. Restoran2 seafood sepanjang boulevard.

Ada Restoran Nelayan, Bandar Manado, Wisata Bahari, City dll.. Tiap malam kalau dijamu oleh perusahaan farmasi kita pasti ke sini karena halal untuk semua. Masakannya sudah pasti lezat. Ikannya mau dimasak apa aja manis, legit dan tidak amis sama sekali. Tetap paling enak si sup ikan asam maupun sup ikan khas Nelayan (resto Nelayan). 

Yang berkesan bagi gua adalah Kepiting Kenari. Kepiting ini sebenarnya udah langka lho dan tidak tertulis dalam menu. Waktu gua mau foto kepitingnya, si pelayan sampe harus ke gudang yang dikunci gembok berlapis buat ngambilnya. Harganya juga cukup mahal 30 rb/ons jadi spt yang di foto gua antara 300-400 rb per ekor. Rasanya? Mantap.. Luar biasa, bagi pecinta kepiting sudah pasti harus nyoba deh. Dagingnya tebal, terus yang gak tahan apa tuh lemak di bagian perutnya rasanya creamy dan gurih.

Lobster jg ok, tapi di Jimbaran jg sama kok rasanya. Udang ada yang unik, namanya udang gola, waktu di akuarium di taruhnya masing2 dalam botol air mineral yang besar. Tadinya teman gua pikir emang dibesarin dalam botol tyt tujuannya biar gak saling berkelahi aja, rasanya jg enak.

2. Sate ragey di jl. Sario

Sate B2 yang ukurannya raksasa. Tempatnya jorok dan sempit tapi yang datang melimpah ruah lho. Tadinya gua udah gak berminat, takut sakit perut. Ternyata emang rasa gak nipu, mau sejelek apa pun tempatnya kalau enak pasti rame juga.

3. RM. San Fransisco

Di sini lengkap makanan khas Manado ada paniki, sate rica, sup brenabon, Pangi iris, daun pepaya isi dll. Brenabon (sup kacang merah)nya bener2 kental dan berasa. Kayaknya digodok dengan api kecil sampai kaldunya keluar semua. 

4. Kepala Ikan Sukur

Letaknya agak jauh, setengah perjalanan menuju Bitung (tempat lihat tarsius). Biarpun terancam kebun binatangnya tutup gua tetep ngotot harus mampir soalnya dr. S berkali2 menyebut tempat ini. Dan rasanya gak sia2, kepala ikan terenak yang gua pernah makan seumur hidup! Lebih enak dari kepala ikan Medan Baru atau Garuda. Memang beda sih, yang ini di rica tapi rasanya gak ada yang bisa nandingin. Juaranya selama gua makan di Manado deh:)

5. RM Heng Mien

Letaknya di Tomohon, rumah makannya rame bener padahal kita nyampe sana udah sekitar jam3 sore, malah ada bule ikut2an makan. Apa gak takut kena traveler's diarrhea om? Di sini sistemnya spt makanan Padang, semuanya disajikan ke meja. Cuma asyiknya gak dihitung lagi apa yang kita makan. Pokoknya per orang 16 K titik. Mau makannya dikit, banyak sama aja. Karena ini yang paling lengkap, khusus utk meja gua 4 orang, gua udah wanti2 ama temen gua yang pesenin, pokoknya gua gak mau yang aneh2, cukup yang standar + paniki. 

Lagi asyik2nya makan, gua bilang ke temen gua, selama di Manado 4 hari baru hari itu gua makan ayam, lehernya pula yang dimasak tapi enak jg. Langsung temen gua berkilah nggak ada ayam di RM Heng Mien. OMG!!!! Apa yang udah gua makan???? Ampuni aku frenz, jangan sampe gua pecinta kucing jadi murtad. Sampe sekarang gua gak tahu apa yang udah gua icip itu hiks, teman gua tsb yang berlainan meja dengan enteng menjawab kayaknya si Mickey Mouse. Huekss??? Kok rasanya bisa enak? beneran lho kayak ayam.

6. Lo Bak

Lo bak terenak di Manado so pasti di Fresh Bakery jl, Kanaka. Daging2 yang dipotong terus disiram kuah merah agak manis. Rasanya spt Tok2 Medan tapi ini lebih enak lagi karena selain daging dikasih kukis (lemak).

7. Bubur Tinutuan di Jl. Wakeke

Oleh penduduk setempat suka dipelesetin jadi bubur Waikiki. Sepanjang jalan semuanya cafe/RM yang jualan bubur. Kita nyobanya di Dego-dego Cafe. Buburnya enak apalagi pake nike (perkedel ikan).   Pengen rasanya nambah lagi seporsi kalau gak inget masih harus mampir makan es duren. Oh, ya Kita juga pesen  seporsi mie cakalang buat icip rame2. Kuahnya segar lho.

8. Es Tjie Mei

Es duren, alpukat. Rasanya pas, sembari nyoba pisang goreng bersambal. Pisang gorengnya standar, malah di Manado sengaja milih pisang yang agak tawar utk digoreng biar pas dengan sambal ketimbang yang manis. Nyoba juga gohu (rujak pepaya muda pake kuah ikan). Hanya kuahnya aja yang enak. Katanya gohu terenak emang bukan di sini, tapi sudah tak sanggup lagi deh.


9. Bakpau Kawangkoan

Kawangkoan itu jauh lho sekitar 1,5 jam dari Manado, jadi sampe sana pasti udah laper apalagi udaranya dingin karena di pegunungan. Nah di sini terkenal bakpau, kopi dan kacang. Bakpau ada yang isi kacang hitam ataupun daging. Dimakan panas2 sama kopi, pas rasanya.

10. Nasi Kuning Serodja

Ini pas kita makan di kapal waktu ke Bunaken. Dingin2 makannya nasi kuning jadi terasa nikmat. Uniknya, makanan di sana tidak dibungkus dengan kertas ataupun daun pisang tapi dengan daun lontar. So selain praktis, ramah lingkungan toh?

11. Bumi Beringin

Ini 'the Valley-Bandung'nya Manado. Pemandangan dari atas ke kota Manado, bener-bener elok. Kalau datang siang-sore kita masih bisa mengintip pemandangan kota melalui teleskop yang disediakan di lantai 2. Bangunan dan desain interiornya keren banget, banyak art craft berupa lukisan, foto kota Manado tempo doeloe, kebaya encim yang dipigura dll. Bagi yang pernah mampir ke Huize Trivelli dan suka suasananya, ini bener2 mirip bahkan plus pemandangan kota yang menakjubkan dari tiap jendelanya. Kita di sini cuma minum2 tapi kata temen2 gua yang pernah nyoba, makanannya juga enak. Sayangnya harganya agak mahal dibandingkan restoran lain. Tapi worth it deh kalau bisa dining dengan suasana secozy ini:)

Setelah 6 hari wisata kuliner kesimpulan gua makanan Manado cuma ada 2 kategori : Enak dan Enak sekaleee!



Friday, November 13, 2009

Manado till we meet again..


Tanggal 2-7 Nov kemaren gua ke Manado. Sebenarnya bukan dalam rangka jalan-jalan tapi ada Kongres Nasional. Acaranya sih dari tanggal 3-5. Tapi gua dan temen2 banyakan extend sehari buat jalan2 dan wisata kuliner:) Gua sendiri aja, hubby di berikan kepercayaan dan wewenang menjaga Denzel tiap malam *bahasa persuasif buat doi*, kalau pagi sampai sore Denzel dititipkan ke rumah cici beserta BS. Hari pertama begitu pulang ke rumah Denzel menyibak semua tirai rumah, kirain dia, gua ngumpet di belakang tirai (suka diisengin begitu soalnya) hari kedua dia cuma nanya papanya dimana mamanya gerangan tapi nggak nangis, hari ketiga nangis kejer nyari mama tercinta huhu... tapi habis itu udah nggak sih. Cuma waktu pulang gua dipeluk erat2 sampe gua sesek nafas......

Ternyata teman-teman, gak akan cukup sehari menikmati Manado, syukurlah di tengah2 acara yang padat, kita berhasil memanfaatkan waktu semaksimal mungkin huahuahua *ketawa puas*. Bayangin dalam waktu singkat itu kita berhasil mengunjungi Bunaken, Danau Tondano, ke taman margasatwa dan paket wisata kuliner lengkap. Nggak berarti kita bolos dan tidak berminat mendapatkan ilmu tapi pinter2 milih acara aja. Misalnya persidangan merubah ADRT Perkumpulan bla..bla..bla itu bisa mengambil waktu dari sore sampai larut malam, kesempatan utk bolos hehe..

Manado, kota propinsi Sulut ini cukup atraktif gua bilang. Sambil coffee break kala kongres, seorang dosen gua asal Bukit Tinggi berseru bahwa sesaat ia merasa ada di kota asalnya. Setelah gua amati, bener juga ya.. Hotel Sintesa Peninsula tempat kita seminar ada di bukit yang cukup tinggi, pemandangan gunung2 dan bukit2 sekitarnya sungguh asri, udaranya juga cukup sejuk. Yang membedakan adalah di Bukit Tinggi gak ada laut bo! Jadi ini komplit plit, gunung ada, laut ada. Garis pantainya panjang pula 18 km, jadi sepanjang salah satu jalan protokol itu berbatasan dengan garis pantai. Uniknya mungkin karena merupakan kota yang berkembang cukup pesat banyak pantai yang direklamasi dan dijadikan tempat usaha, cafe dan restoran.

Gua sendiri dapat tempat tinggal di Aston Manado. Karena extend, hari terakhir bayar sendiri. Cukup murah lho, kamarnya bagus, Superior hanya 46o K/ malam. Foto di atas pemandangan dari kamar gua lantai 10, keliatan kan laut di ujung. Karena peserta kongres dari seluruh Indonesia, tanggal segitu semua hotel full house deh. Teman2 gua jg tersebar nginapnya, ada yang di SwissBell, Travello, Novotel, Santika dsbnya.

Cerita dari mana ya, bingung saking banyaknya yang bisa diceritain. Acara kongres jelas lewat ya, bisa terkantuk2 bacanya hehe.. Mulai dari tujuan wisata aja ya:

1. Pulau Bunaken

Bunaken ini salah satu tujuan wisata dalam list tempat2 di seluruh dunia yang pengen gua kunjungi. Udah lama gua bermimpi bisa diving, serasa jadi si little mermaid dikelilingi teman2nya:) Tapi ternyata gak sempat divinglah, cuma snorkling aja. Ke sananya naik kapal kayu sekitar 45 menit. Kapal kayu kita yang konvensional, cuma ada kotak kaca yang bisa diturunkan ke laut buat ngeliat2 kedalaman. Kita sempat mau pindah ke kapal yang lebih keren, yang glass bottom (Blue Banter) apa daya ditolak sama nahkoda Blue Banter setelah kita sampai Bunaken, katanya kalau mau harus naik dari dermaga di kota hiks.. hiks

Untung gua sempet snorkling, kalau gak bisa nangis darah, habis mana puas lihat keindahan Bunaken dari seuprit kotak kaca begitu, itupun desak2an kita berlutut kayak kura2 berusaha menjulurkan leher sepanjang mungkin. Sebelumnya gua cuma pernah snorkling di Anyer, jadi perbedaannya jauhhhh pisan. Di Lombok gua sibuk jagain Denzel gak sempet ke Gili2an tapi kata temen gua juga masih beda jauh kok, bagusan Bunaken.

Bedanya nih ya, terumbu karangnya lebih banyak, lebih hidup, lebih bervariasi. Spesies ikannya jauh lebih banyak.Beneran udah kayak nonton Nemo Life aja. Ada gerombolan ikan2 yang warna perak dan bergerak cepat kayak yang suka nunjukin arah di film Nemo, terus ada bossnya Nemo yang suka kabur, Gill. Nemo ada tapi gak banyak, beneran lho mereka hanya deket anemon aja. Selintas ngeliat si Marlin juga. Waduh payah deh gua, masa namain ikan berdasarkan animasi hihi.. Tapi bukan gua aja, si mas pemandu tiba2 buka snorkling googlenya terus teriak2 : " Nih Nemonya ketemu!!!" huahua hua.. Banyak jenis ikan yang gua gak tahu, ada yang warna shocking pink, blue electric, ada yang bener2 mirip sama karang sampai totol2nya. Asli, Tuhan itu ajaib, gua sampai speechless *kalau ngomong keselek air asin juga sih:)* Ikan2nya begitu jinak dan bersliweran di antara tangan kita, beberapa kali gua sampe bisa menyentuh kulit mereka yang licin.

Puas deh gua 2 jam snorkling, kalau bukan karena arus udah mulai kuat dan turun hujan bisa2 gua lanjut terus. Gua merasa damai banget pas snorkling, di satu sisi banyak terumbu karang dan ikan2 kecil, di sisi lain langsung palung laut yang cukup dalam, jadi kita tuh dianjurin berenang justru di atas palung biar gak kegores terumbu karang yang tajam-tajam. Senior gua yang gak bisa berenang nekat berenang dengan pelampung dan hanya di area terumbu karang akhirnya tergores dan berdarah2 cukup parah. Lagi setelah gua baca poster2 di pulau ternyata setiap kita berdiri di atas terumbu karang ada kemungkinan kita menunda pertumbuhan terumbu itu selama 1 dekade atau lebih buruk lagi merusak secara permanen. Yah, gua kan gak pake pelampung jadi ada beberapa kali kalau udah capek gua menapak di terumbu karang. I'm so sorry....

Di sisi belakang pulau Bunaken banyak resort lho yang penghuninya mayoritas bule. Jadi para bule jarang kelihatan di kota Manado, ceritanya begitu landing langsung mereka menuju Bunaken, Pulau Siladen dsbnya. Mereka bener2 ingin mengoptimalkan seluruh waktunya buat menikmati snorkling dan diving.

2. Danau Tondano

Danaunya indah, sekitar 36 km dari Manado, sayang gak terurus pariwisatanya. Sepintas kok mirip Danau Toba ya, tapi Danau Toba jauh lebih luas sih dan lebih rame. Ini gua foto dari sebuah restoran di tepi danau.

3. Bitung- Taman Margasatwa Tandurusa

Tujuan kita ke sini semata-mata mau ketemu ama si lil friend Tarsius. Nih monyet liliput merupakan primata terkecil di dunia deh kayaknya. Gara2 makan dulu di kepala ikan Sukur yang kesohor itu hampir saja taman margasatwa ini tutup. Jadi kita tiba 10 menit sebelum tutup itu pun udah pake acara ngebut. Dan tarsius ini yang notabene makhluk malam beneran udah aktif lho, susah banget buat difoto. Loncat sana, loncat sini, mana udah gelap jadi gua gak tahu lagi deh itu bayangan daun atau si tarsius. Asal jepret aja, eh malah pas ada blitz kelihatan sosoknya yang imut. Lucu ya? Matanya besar dan lugu:) Ternyata bener2 kecil banget, tingginya cuma setelapak tangan lho kira-kira 15 cm doang. Gua dapet bonekanya, Denzel seneng pisan dikirain monyetnya si Dora.

Nih cerita dari penjaga taman (belum gua cek kebenarannya). Katanya Tarsius punya golongan darah O lho, cuma lebih kental jagi gak bisa ditransfusi ke manusia. Pikir punya pikir bisa aja sih, darah manusia kan emang mirip2 ama monyet, contohnya salah satu penggolongan darah selain sistem ABO kan sistem rhesus (rhesus kan monyet juga) jadi kita manggut2 aja. Terus cerita lainnya Tarsius ini sangat setia lho, kalau pasangannya mati dia akan menjomblo selama sisa hidupnya, monogami habis!! Teman gua (cowok) langsung aja nyambar bahwa kalau gitu dia gak mau lagi monogami : "Masa derajat gua sama kayak tarsius, gua harus lebih." Langsung dikeplok ama kerumunan ibu-ibu hehe...

Oh,ya sebenarnya ada juga anoa dan burung langka apa gitu, tapi berhubung udah gelap dan dapat pemadaman listrik (di Manado lebih parah dari Jakarta lho bisa seperti minum obat yakni sehari 3 kali) jadi udah nggak keliatan apa-apa:(

4. Bukit Doa Mahawu

Letaknya di Tomohon, kota pegunungan sekitar sejam dari Manado. Tempatnya bagus banget, ada jalan salib yang apik, lengkap dengan patung2nya, gua Maria dan kapel. Cuma naik tangganya capek juga lho. Mobil nggak bisa masuk, hanya bisa menjemput di pintu keluar jadi kalau yang tidak kuat naik tangga mending masuk dari exit untuk melihat kapel dan pemandangan dari atas bukit. Rasanya damai banget.

5. Patung Tuhan Yesus Memberkati

Lokasinya ada dalam perumahan Citra, bener punya Pak Ciputra hehe.. Jadi berasa di kota Rio de Janeiro aja:) Foto ama sebagian gerombolan.. kalau udah bercanda kita mah heboh dan rusuh, gak ada jaim jaimnya hihihi..


6. Yang gak sempet dikunjungi karena waktu mepet : Danau Linaw, rafting di Timbukar, pemandian air panas , Pulau Siladen, Manado Tua dll. Tapi cukup puas lah karena yang utama2 semuanya sempat dikunjungi.

Ternyata jadinya sepanjang ini, postingan ttg wisata kulinernya menyusul ya:) Gimana teman2, ternyata alam tanah air kita gak kalah menakjubkan sama Malaysia, Singapore, Hong Kong, Thailand etc kan? Kalau ada waktu silahkan kunjungi kitorang pe laut (bc: kita punya laut)...