Sunday, August 25, 2013

Kyoto with Baby

 Meski gua cerita sempet heboh syoping (dua setengah jam bilang heboh ih) jangan salah duga dulu ya bahwa Kyoto itu identik belanjaaaa. Bukan kok, mungkin kalau mau belanja apalagi fashion pasti kiblatnya ke Tokyo. Kyoto  itu lebih kentel cultural heritagenya, gimana nggak, kota tua begitu. Berikut gua pajang-pajang foto dulu sebelom lupa ini dimana aja.

1. Ginkakuji (Temple of the Silver Pavillion)

Serasa lihat foto kalender

Taman pasir

Enjoy the extravagant atmosphere
 Villa peristirahatan Shogun tahun 1460 dan akhirnya berubah fungsi jadi Zen Temple. Karena letaknya di daerah pegunungan di bagian Kyoto Timur (Higashimaya), hawanya enak dan dingin. Yang berkesan di sini selain taman lumut, taman pasir dan landscape keren yang belom pernah gua saksikan langsung, dua pertiga perjalanan di sini berakhir dengan sport!

Gimana tidak, akibat membawa stroller ke sini. Gua kebagian gendongin Diaz sementara hubby mengangkat stroller seberat 9 kg naik undak2an gunung. Tadinya strollernya mau gua tinggal aja tapi lane di sana searah semua dan jalan keluarnya beda dengan jalan masuk. Nasib2, tahu gitu tinggalin di loket depan.

Tapi sampai ke atas kita bisa istirahat sejenak sambil lihat2 pemandangan ke kuil di bawah. Ckck.. tinggi juga kita naiknya ya:)


2. Kinkakuji (Golden Pavillion)
Ini juga villa peristirahatan shogun yang lebih tua lagi dan juga beralih fungsi menjadi Zen Temple setelah shogun pemiliknya meninggal. Nah Ginkakuji yang di atas dibuat oleh cucu shogun ini, mungkin ingin meniru villa kakeknya.

Kinkakuji ini rame banget, susah buat foto tanpa orang yang berdiri di sebelah kita, tapi kita sabar dong nungguin orang-orang pergi. We have plenty o f times. Tapi ya beginilah tampang anak yang gak bisa senyum diliatin banyak orang hehe..

Padahal udah dibilang kawaiii ama oma Jepang masih juga gak senyum

 


 3. Nijo castle
Gua dan hubby sama-sama pecinta buku dan kita pernah baca buku tentang Tokugawa shogun. Meski antara fakta-fiksi-legenda membaur tapi asli seneng kita di sini. Hubby terutama sangat curious tentang "nightingale floor" yang ternyata beneran eksis:)

Nightingale floor adalah lantai kayu yang dibikin sedemikian rupa sehingga bercicit spt burung nightingale kalau diinjak orang. Talking about alarm and home security ternyata orang Jepang jaman dulu lebih  maju dari kita:) Kalau legendanya nightingale floor ini untuk mendeteksi masuknya ninja ke dalam bangunan.

Tapi asyik juga belajar sejarah di sini. Ternyata Tokugawa shogun ini emang agak parno orangnya, untuk ketemu dia aja susah dan tamu harus duduk jauh dari dia dan belom lagi panel di belakangnya yang sewaktu2 kalau diperlukan berisi pengawalnya yang siap mendobrak keluar kalau ada tamu yang berani menyerang dia.

Pengen tahu banget apa yang dilihat dan dipikir bayi
Dengan cici Jepang beryukata yang meskipun orang Jepang pasti turis juga. Tahu darimana ayo?

Kompleks Honmaru Palace

Ninomaru Garden (khas dengan batu2an)


Depan Ninomaru Palace, rumahnya shogun

4. Kyoto Tower
 Kalau ke sini sih gak perlu effort karena Kyoto Tower ini persis di sebrang hotel kita (Kyoto station). Harusnya sih bisa naik ke atas tapi kita males. Pertama dibangun tahun 1960an untuk memeriahkan Olimpiade di Tokyo, menara ini jadi kontroversi karena dianggap terlalu modern dan tidak mencerminkan ke'antikan' kota Kyoto. Apalagi sekarang ditambah lagi bangunan stasiun yang jauh lebih modern ya?



5. Imperial Palace
Tempat tinggal Keluarga Kerajaan sampai akhirnya mereka mengikuti ibu kota Jepang yang pindah ke Tokyo tahun 1868. Letaknya agak jauh di tengah-tengah Kyoto Imperial Park yang luas dan teduh di tengah kota.

Kalau lihat harga tiket atraksi wisata sebelomnya mahal-mahal kan ya (bandingkan dengan tiket sejenis di Indonesia yang mungkin cuma sepersepuluhnya), nah ke Imperial Palace ini free:) Belom lagi ada English guidance free tour pula! Tapi kalau pergi pake tour sudah pasti jarang atau hampir gak di bawa ke sini karena emang rada repot. Paginya kita kudu daftar dulu ke kantor household Imperial (di depan taman) sambil isi data, bawa paspor asli dan kalau kuota tidak penuh dapat deh jatah tour hari itu. Kalau sudah penuh dikasihnya besok.

Kita sih cukup  beruntung karena dapat yang hari itu cuma jam 14.00 jadi selama dua jam nunggu kita sempet ke tempat lain dulu. Tapi menurut gua, tempat ini kudu dikunjungi deh, setidaknya dapat gambaran seperti apa sih istana Jepang jaman dulu dan tentunya tempat yang bagus untuk foto2. Gua ngaku di sini gua gak konsen ngikutin guide walking tournya. Selain berjubelan dan gak nyaman buat Diaz, harus ngawasin Denzel yang takutnya menghilang dari pandangan sementara kompleksnya luas begitu dan kita ketemu rombongan keluarga besar dari Indonesia dan akhirnya ngobrol2 dan saling foto-memfoto (dan cuma kita aja yang fotoin orang haha... turis negara lain cuma fotoin istananya).

Kompleksnya luas, dari jadwal sejam akhirnya molor jadi dua jam karena banyak yang nanya dan diskusi dan untunglah gua pake E*go baby carrier. Si Diaz dari tidur sampai bangun diajak foto2, terkantuk2 sampai minta mimik sampai tidur lagi. Ckckck... padahal panas banget lho hari itu. Pantesan pula pulang dari Jepang gua tambah kurus 3 kg.

Belakangnya peserta walking tour semua


Family pic





Taman dan kolam istana
6. Fushimi Inari
Ini templenya Inari atau dewa beras dan pastinya melambangkan kemakmuran bagi rakyat Jepang. Khusus ke sini gak bisa dengan naik bus atau subway tapi naik kereta api. Sempet ada insiden salah beli tiket lantaran mabok dengan bahasa kanji, gua pencet aja tiket pulang pergi ternyata pas di pintu masuk KA dibilangnya gak boleh. Untung petugasnya baik banget, kita diantar kembali ke deretan ticket vending machine tersebut entah sambil ngomong apa panjang lebar yang tidak kita mengerti sedikitpun. Tahu-tahu dia ketok dinding di atas slot mesin sampai kita kaget. Dan tak dinyana bagaikan jendela rahasia, dinding itu kebuka lho  dan ada kantor gitu di dalamnya. Habis dia terangin, petugas di dalam ambil tiket kita terus kembaliin uang kita. Baru petugas pertama itu bantuin kita mencet tombol yang benar haha.... Tapi habis itu tiap lewat deretan mesin tiket, gua jadi tergoda buat ngetok dan lihat apakah ada jendela terbuka lagi:P

Kalau pada nonton Memoirs of Geisha, pasti ingat momen menyentuh Chiyo/Sayuri di sini. Tempatnya bagus banget buat foto. Dan kita hoki deh meski ramalan cuaca Jepang udah suram aja bilangnya hampir tiap hari hujan besar, nyatanya kita cuma sehari ngalamin hujan agak gede sepanjang hari, sehari mendung dan sisanya cerah:D

 Ini Jepang nak, bukan India

Merasa puitis sendiri



Pura-pura minumnya ketahuan banget yak

fox as messenger of gods

replicas of torii gates

Nak, Shaolin masih jauhhh


Apa lihat-lihat

Hmm torii gatenya merah warna kesukaanku, good taste!
 7. Kiyomizudera
Ini adalah temple yang paling tenar di Kyoto dan termasuk yang tertua karena dibangun tahun798. Tapi bangunan saat ini sih sudah dibangun oleh shogun Tokugawa yang tadi gua sebut2 di Nijo Castle.  Tempatnya bagus banget lho tapi aksesnya juga jangan dibilang deh ya. Secara kapok bawa stroller jadi kita dengan perkasa cuma pakai carrier ternyata jalan dari perhentian bus ke Kiyomizudera ini jauhhhh saudara2. Meskipun informasinya 10 menit kenyataannya 30 menit ada kali karena nanjak dan bawa dua krucils. Tapi gua salut deh sama Denzel, dia jarang banget ngeluh capek, ngeluhnya haus terutama lihat vending machine (banyakan sih cuma karena seru masukin koin dan mencet2 tombol).

Sayangnya lagi kamera ketinggalan pulak *nangis bener deh. Akhirnya hanya foto pake samsungnya hubby aja.

bagus ya kalau pas musim sakura, sayangnya pas gua ke sana nggak (source: kyoto.travel)




Jalan pulang ke halte bus
8. Nishiki Market
Pasar ini bukan sembarang pasar tapi pasar makanan:D. Segala jenis makanan ada dan akan gua cerita lebih lanjut di postingan Japanese Food entar.

Gerbang masuk



Makanan jadi

Jadi ingat julukan "si lobak"


Terus kelihatannya semakin banyak orang Indonesia yang berani jalan sendiri tanpa tour deh. Hampir setiap hari kita pasti ketemu rombongan yang berbeda-beda. Ada yang dari Jakarta, Surabaya sampai Makassar. Ada satu keluarga yang anaknya sudah remaja lumayan hebat. Mereka keliling Jepang sendiri selama dua minggu berbekal tiket shinkansen.

Sehabis nulis ini baru gua sadar cukup banyak tempat ternyata yang kita sempat kunjungi. Hampir semua tempat yang sudah kita catat di list sempat sih kita kunjungi kecuali Gion dan Heian Shrine. Not bad at all huh, ini jelas lebih dari yang kita ekspektasi. Anak-anak berdua dan kita sehat-sehat aja, even ada lho sehari itu kita nekad aja nerobos hujan cuma berbekal jas hujan plastik sekali buang, kalau gak salah hari kedua tuh ke Ginkakuji. Thanks God!


17 comments:

thecolorsofmylife said...

bagusnyaaaaa el... sampe merinding liatnya... hahaha... *lebay*
iya beneran kaya gambar kalender ya.. bagus banget...

*daydreaming*

Arman said...

tempat2nya bagus2 banget el..
bener2 kayak kalender semua dah....

Journal Mommy Yenny said...

Wow..bagus-bagus...
Kyoto emang suasananya laen dibandingkan Tokyo ya
*pengen ke fushimi inari*

Melissa Octoviani said...

wuuuaaa...tempatnya cakep2 semua... makin mupeng pengen kesana hehehehehe...

debby tondo said...

viewnya keren2 banget...bikin betah berdiam lama2 disana :)

Diaz uda kaya bayi jepun ya hehe

Mamana Clo said...

Denzel ga bosen ya el? clo1 cuma dibawa ke 1 temple aja udah gelisah hahaa.. mudah2an kalo dah gedean bisa dicekokin sejarah dan cerita2 samurai/ninja dulu jadi ga bosen kalo ada kesempatan kesana lagi..

pengen nyoba sashimi stick nya ih, hehhee..

mamipapa said...

gw juga pengen ke kyoto, pernah liat foto ferry bagus2 gitu dia ada foto depan temple apa gw lupa trus banyak bunga bermekaran oren2 gitu cakep deh...

loe hebat yah demen baca buku berat jepang gitu hahaha kalau gw mah demennya komik jepang tok, itu aja kalau nyelip sejarah jepang jadul gw lgs mabok bacanya kaya cerita setinggi langit dan bintang cerita tentang oda nobunaga tau beneran ada atau nggak hahaha...

lain kali tunggu anak2 gedean kesana lagi sekalian mampir tokyo nantinya...gw juga pengen jalan2 ke jepang tanpa tour pastinya entah kapan kesampean yah...

stroller diaz berat bgt, kalau itu ferry pasti kita batal naik, inget di penang dulu mau ke temple paling beken dan besar eh tau2 tangga semua gitu akhirnya pulang lagi wakakak soalnya panas terik

Felicia said...

Fotonya bagus2 ya...itu yang family pic bajunya kembaran bagus El, Diaz pake bahan yang sama juga kah?
Gw setelah survei2, ntar kalo ke indo bawa stroller mo bawa yang umbrella stroller aja El...ga sanggup kalo suruh gotong berat2...hehe..

fabZugah said...

komplit banget ci review jalan2 elo ke Kyoto. Boleh ke Perth rasanya taon depan, gw ajak jalan2 ci dsini. hahaha.

Btw gw inget beli bacon koroke di nishiki market yang enaknya naujubilah minjalik... can't wait for your japananese food entry ci! Hohoho.

Pucca said...

Keren ya jepang..setiap negara ada khas culturenya sendiri ya..gua suka semua foto lu
Dan gua sibuk bilang ke temen ktr kalo gpp traveling bawa anak..temen gua bawa baby ke aussie ke jepang mereka bisa..soalnya org kantor yg udah ada anak pada ga kemana2 selain bandung jadi gua komporin hihihi...

Ratu SYA said...

huaaaa keren2 poto jepangnya.
1 kesan yang gua tangkep dari jepang, bersihhhh... kaga ada sampah berserakan kek di endonesa.
hohoho..selamat ya travelling with children nya menyenangkan ^_^

Cyntha said...

asli keren bangeeed...kapan ya bisa ke jepang *mupeng* gw ketawa bayangin laki elo bawa stroller n lu gendong Diaz...iinget pas pergi ke sg taon lalu aj repot bgt...untungnya ga ada naek2 gunung di sg wkwkwk...

mamie_funky said...

Ihhh cakep2 banget fotonya el....salut juga travelling bawa baby...ck ck ck, pasti cape banget dah, apalagi gotong2 stroller..wewww...wahh gua kok gak ke ginkakuji itu yah waktu ke kyoto...sayang banget...tapi teuteup lbh bgs kinkakuji sihh

Once in a Lifetime said...

@ Ariany : Kalau pas autumn bisa lebih bagus lagi lho atau pas sakura. Tapi biarpun cuma ijo2 semua kita aja udah merasa takjub:)

@ Arman : Haha.. betul, kebetulan kalender tempat gua praktek foto2nya gitu2 semua.

@ Yenny : Sebaliknya gua pengen ke Tokyo yen:P

Once in a Lifetime said...

@ Melissa : Bagus ya mel.

@ Debby : Habis makin gendut, makin sipit aja nih bocah haha..

@ Xiao Yan : Gak tuh, Xiao. Kita yang kadang lihatnya miris, nih anak jalan kaki ngikut kita, naik public transportation gak tidur siang, hujan2an. Tapi dianya happy terus, malah sampai sekarang ribut mau pergi lagi. Sebelum ke sana gua kan kasih tuh serial comic Why ttg Jepang, alhasil dia bilang masih belom ke Kobe, Tokyo, Hokaido dll dan ribut mau pergi lagi.

Once in a Lifetime said...

@ Felicia : Aih, bukunya bukan Samurai versi tebel itu lho tapi yang Otori2 gitu, yang banyak ttg bumbu drama percintaan intrik2 gitu deh, gua rasa sih banyakan fiksinya haha..

Kita kan penasaran Fel, kalau deket semacam di Jakarta sih pasti gak mungkin hubby mau angkat2 stroller tapi ini kan pikirannya kapan lagi balik kesana, dan yang terutama kalau gak angkat stroller gak pulang dong wkwkw.. secara jalan pulangnya cuma searah ke atas gitu.

@ Felicia : Bahannya sama, batik adem hehe.. Gua punya stroller payung bekas Denzel juga tapi kanopinya hilang entah kesimpen di mana terpaksa bawa Elle maxi ini, biarpun murmer tahan banting lho. Emang rencana beli stroller baru dan gua udah beli lagi yang payung Peg perego p3 compact, cuma sayang ah dibawa dan dibanting2 di sana haha..

@ Fabz : Boleh, boleh ntar jadi tour guidenya ya hihi.. Hmm apa tuh bacon koroke (gua udah bacanya karaoke aja), gua gak cobain tuuuuh, hiks enak banget ya?

Once in a Lifetime said...

@ Viol : Astaga vio hahaha.. gua jadi mikir postingan gua kurang berimbang gak ya? Kan gua gak cerita ribet ribetnya, capek capeknya ya,ntar jangan2 temen elo yang kemakan hasutan elo pulang2 marah marah gimana wkwkwk apalagi kalau orangnya yang gak gila travelling kayak gua. Kalau gua sih segala keribetannya masih kalah jauh ama funnya tapi gak semua orang sama kan.

@ Ratu : Eh, jeli bener dirimu Rat, emang bener gak ada sampah sama sekali lho.

@ Cyntha : Iya, templenya banyak yang di pegunungan Cyn. Ke sg sama anak2 malah gua belom pernah lho.

@ Yance : Iya yan, kan kalau Ginkakuji itu perak, pasti menangan emas lah kemana mana hihi..Gua juga masih inget postingan elo ke Jepang, sayang gak sempet foto di tori gate kan? Berarti pasti ke sono lagi, foto2 di sana dan ke ginkakuji:P

Post a Comment