Monday, October 10, 2011

Dresden -Ex Unesco World Heritage

Di tengah kota Dresden, terbentanglah sungai Elbe yang bersih dengan pemandangan nan indah khas abad 18 dan 19 sepanjang 18 kilometer. Oleh sebab itu Unesco memberikan gelar World Heritage yang otomatis menaikkan citra dan jumlah wisatawan ke sini. Sayang beribu sayang pemerintah kota ini memutuskan membuat jembatan besi gede yang tidak sinkron dengan pemandangan sekitar. Karena gak mempan ditegur, akhirnya gelar tsb dicopot oleh Unesco baru-baru ini, sigh.. sayang ya.

Kita sempat naik cruise spt ini. Biayanya 16 Euro/pax. Mahal juga ya, padahal gak dapat makan minum, cuma emang perjalanan sekitar 4 jam disertai audio travel guide yang udah direkam tentang bangunan2 bersejarah sepanjang Elbe.




Naik cruise ini gampang kok, dari salah satu icon wisata Bruhl Terrace, turun aja ke pier2 di bawahnya. Banyak perusahaan cruise yang nawarin paket2. Ada yang bersama romantic dinner juga kalau mau, tp harganya gak kuat deh:P Cuaca di Dresden meski sudah bulan Juni juga masih ekstrem. Nih, meski dari foto kan kelihatan cerah dan terik tp aslinya dingin tuh. Perkiraan cuaca juga luas sekitar 5-18 derajat Celcius. Kadang udah bawa jaket eh malah keringatan pas jalan keliling, tp pernah gak bawa jaket malah jadinya menggigil apalagi kalau matahari tiba2 ketutup awan atau pagi2 dan malam, bener2 angin yang berhembus menusuk tulang. Emang susah udah kelamaan jadi makhluk tropis:)


Bruhl Terrace ini semacam teras yang memanjang dan tinggi. Ramai dengan penjual cenderamata, seniman yang menawarkan jasa melukis wajah orang dan tentunya dekat sana ada puluhan cafe yang ramai banget. Rata-rata orang milih duduk di luar cafe dengan dipayungi tenda spt gambar di bawah.


Selanjutnya kami mengunjungi ikon Dresden lainnya yakni Procession of Prince. Lorong sepanjang 102 meter ini dihiasi lukisan yang dibuat oleh Wilhelm Walter pada tahun 1870-1876 dan menggambarkan tiga puluh lima bangsawan, pangeran hingga raja yang berkuasa dalam dinasti Wettin mulai dari tahun 1127 duduk di atas pelana kuda dengan nama mereka masing-masing dan tahun kekuasaan tertera di bawah lukisan. Karena awalnya hanya terbuat dari plester maka lukisan tersebut memudar dengan cepat sehingga pada tahun 1906 lukisan ditutupi dengan 25.000 keping keramik porselen.

Selamat dari serangan udara tahun 1945, lukisan ini menjadi bukti sejarah penting tentang panjangnya sejarah Westin yang membentang hingga 1000 tahun. Detail baju dan senjata yang digunakan dalam tiap era terekam jelas dalam lukisan ini.


Yang juga ramai dikunjungi adalah Semper Opera House. Ceritanya Dresden itu dulunya salah satu kota pertama budaya di Eropa jadi Opera House ini sangat terkenal dan sudah ada sejak 1678. Rusak oleh pengeboman PD II, 40 tahun kemudian baru dibangun lagi dengan tembok depan sebagian besar merupakan tembok asli yang dipakai kembali. Saking penasaran dalamnya kita ikut tour hari terakhir, yang mana guidenya ngomong pake bahasa Jerman tp kita karena gak ngerti udah cuek foto2 sendiri haha..


Selanjutnya yang gak kalah menarik adalah Art Passage di daerah kota Dresden yang baru (Neustadt). Daerah baru ini merupakan bagian kota Dresen yang berada di utara sungai Elbe. Art Passage ini adalah sebuah lorong yang dipenuhi cafe2 dengan dinding depan yang eksentrik dan berseni. Coba lihat dinding biru ini, kalau hujan maka air yang menuruni talang2 air ini akan membentuk simfoni yang indah:)


Berikutnya ada Loschwitz, yakni suatu dataran tinggi di sebelah timur kota Dresden. Kita jajalin naik cable railway sepanjang 200an meter yang telah beroperasi sejak 1901. Jika mau naik cable railway ini cukup tunjukkan citycard karena sudah tercakup.


Di sana kita sempat jalan2 lihatin rumah2 orang kaya Dresden atau bisa juga villanya. Masing-masing punya balkon yang menghadap ke sungai Elbe dan kota Dresden di bawahnya. Akhirnya kita masuk ke restoran Luisenhof biar bisa ngeliat pemandangan yang sama:) Restorannya keren abis, tp di Bandung juga adalah yah yang mirip2 haha..kurang sungainya doang.

Restoran ini mungkin cukup tenar di Jerman, dindingnya dipenuhi tanda-tangan aktor2 atau orang2 terkenal Jerman.

Terus ada satu tempat lagi yang mesti dikunjungi adalah Royal Palace. Di sini terdapat Green Vaults tempat koleksi emas permata Kaisar August luar biasa bagus dan banyak. Agak2 pesimis, kita pikir cuma sekedar melongok ternyata kita di dalam tiga jam!! Gak kerasa saking terpesonanya ama perhiasan tsb. Bukan cuma nilai harganya tapi artistiknya itu lho, jadi masing2 ada cerita display sendiri contohnya Kerajaan India terdiri dari 137 figur orang, unta, gajah mini terbuat dari 5000 berlian, rubi, mutiara dengan presisi yang menyerupai aslinya. Sayang di sini ketat banget, gak boleh foto sama sekali.

Oh, ya di Dresden ini lucunya banyak paket tour klasikal. Jadi pesertanya pakai baju2 bangsawan jaman dulu. Tadinya gua pikir mereka mau show di mana ternyata banyak sekali rombongan spt ini yang dipandu oleh tour guidenya yang juga berpakaian sama. Pengenn.. tp gak tahu daftar di mana:) Yang unik lagi gua lihat seorang tour guide wanita Jepang pakai baju bangsawan tapi hitam berenda2 panjang, pakai payung hitam dan lipstick hitam!! Keren banget tp sayangnya gua lupa foto. Terus gua kan ngajak seorang kakek2 foto bareng dong, secara kalau gua samperin yang mudaan bisa2 ditinggal hubby pulang sendiri ke hotel haha.. Tahu2nya si kakek gentleman banget, langsung pose nyium tangan gua :D




Last but not least ini foto2 yang gua janjiin................. Anak2 tutup mata ya:


Secara mata memandang sih tadinya kita pikir cowok ini bug*l tp tyt mata kamera kalau dizoom lebih tajam ya, kayaknya dia masih pakai cawat deh. Pokoknya kumpulan ini heboh banget, gak ngerti apa dia habis main strip poker atau ditantang teman2nya:)

Ini kayaknya udah mabuk2 deh, ketawa dan nyanyi2 keras *lebih baik nyingkir*

Nah, bentar lagi kan mau Halloween tuh, gua nantangin deh ada yang berani pakai kostum di bawah gak??? Hahahaha...


Demikianlah rangkaian jalan2 ke Dresden selama tiga malam empat hari. Rasanya waktu segitu sih cukup bagi yang berminat jalan sendiri, malah ada beberapa tempat spt Zwinger yang kita datangi beberapa kali saking bagusnya. Sempat bilang ke hubby kalau pulang dari sini dapat dede Denzel, gimana kalau namanya Dresden? Kan klop tuh Denzel and Dresden. Masa diketawain hubby habis2an. Padahal bagus kan? Iya kan?


Selanjutnya kalau gak malas gua mau cerita trip lanjutan ke Praha, yang sering didaulat sebagai the most beautiful city in the world.

11 comments:

Arman said...

aduh kotanya bersih banget ya el... bagus dah..

yang kostum yang terakhir itu.. huahahaha. kocak banget. itu sebenernya orang itu ngapain di jalanan pake kostum begitu?

Once in a Lifetime said...

Gimana, Man. Di Amrik kan liberal gak papa kali pake kostum begitu haha.. Itu bukan di jalan tp masih di dalam kompleks Zwinger. Tadinya gua pikir remaja iseng doang tp kata Oom gua mungkin untuk program KB.

Pitshu said...

duh LN itu yah! bersih... walaupun ada matahari kek na ga sepanas di jakarta yah ^^ wakakaka :) ngeliat na aja udah adem apa lagi klo beneran ada disana hahaha

Clo said...

lucu tuh tour lokal yang pake baju2 bangsawan.. cuma geli kali ya kalo pakenya lama2 hahahaa...

Pucca said...

bagus kok nama dresden mah, kalo cowo tapinya ya el, matching ama denzel ^^
jangan males donk, ayo lanjutin yang praha, gua lebih suka baca disini daripada di int*s*ri, kan disana pasti bahasa resmi kalo disini gak kaya di blog :)

debby tondo said...

kok foto sama si kakek gak dipajang El?

yg pake baju bangsawan keren2 ya, pasti berat tuh bajunya :)

Journal Mommy Yenny said...

kota nya antik dan elegan banget ya
boleh juga tu namanya Dresden, gak pasaran juga jadinya

Once in a Lifetime said...

@ Pitshu : Di sana kering, Pit. Jadi kita mau jalan seharian juga gak pake acara keringatan lembab dsb, cuma kadang bikin bibir retak2 hehe, ada enak ada nggaknya kali ya.

@ Xiao Yan : Kayaknya acara tour harian, tp lumayan mereka jalan terus naik kapal, tp karena udaranya sejuk dan kering, gak gerah sih. Pengen nyoba bajunya tp pikir2 gak matching juga..kurang mancung!! haha..

@ Viol : Duh makasih ada yang dukung gua *mmuah* Hubby juga nanya emang kalau cowok namanya masa Dresden, begitu gua jawab Dresdona, dia tambah ngakak :P

Once in a Lifetime said...

@ Debby : Malu, Deb. Yang ada si kakek udah dengan penuh perasaan nyiumin tangan gua, lha gua bukannya senyum kalem bak putri kerajaan malah nyengir kayak kuda.

@ Yenny : Asyik!! sudah ada dua yang ngedukung gua #cepat lapor hubby!

Pucca said...

kalo dresdona sih emang maksa el kekekek :P

khatsa said...

Gw slalu in love ama kota2 yang masih pelihara warisan2 budaya mreka dari jaman dulu. Ditunggu yaaaa, Praha-nya. Ada satu lagi pendukung nama Dresden. Bagus kok El, selain nyambung ama Denzel, juga kedengerannya khas, ga pasaran gitu...

Post a Comment