Tuesday, September 21, 2010

Netherlands in Thrill (part 3)

Hari terakhir cuma acara closing ceremony dan pengambilan sertifikat. Teman-teman yang ikut tour dari pagi-pagi udah siap2 berangkat ke Belgia. Gua gak ikut, sebenarnya bisa aja naik kereta api dan di sana gua masih punya lho sahabat pena dari jaman SMA dulu hehe... Gua dulu rajin banget surat2an ama dia, kalau gak salah dia yang kirim surat duluan, dapat nama dan alamat gua dari IYS. Waktu kontek2an via fb, dia udah antusias juga sampai katanya mau ambil cuti kalau bossnya ngasih.

Sayangnya kan gua waktunya terbatas, hitung2 perjalanan ke sana sekitar 3-4 jam (naik hi-speed) bisa sih 3 jam dan ternyata dia bukan di Brussel tapi Menen yang udah berbatasan dengan Perancis. Pulang pergi berarti 6 jam dan gua gak berani baliknya malam2 so pasti cuma beberapa jam di sana. Terus gak enak pula dia kan working mom dengan 2 orang anak. Apalagi gua rencana ke sana itu bukan weekend tp hari kerja.

Akhirnya gua memutuskan ke Volendam dan Marken aja. Oh, ya 2 hari sebelomnya sore2 gua sempet ke Zaanse Schans yakni suatu desa tempat berbagai kincir angin, museum, ferry, pabrik beserta pertunjukan membuat terompah dan keju. Gua udah ngeri bakalan hujan deras soalnya banyak awan gelap tp syukurlah tetap kering sampai gua pulang.

Perjalanan ke sini memakai bus yang beda dari bus dalam kota. Bus dalam kota biasa berlambang GVB. Kalau bus yang ke Zaanse Schans berwarna hijau dengan tulisan Connexion. Naik dari central station. Perginya kan gua tanya dulu dong ama supir apa bener dia ke arah sana terus gua kasih tunjuk chipcard, dia manggut2 dan gua disuruh masuk. Eh, tak tahunya chipcard itu gak berlaku sebenarnya he..he.. karena waktu pulang gua nunjukin kartu serupa oleh supir langsung diterangkan panjang lebar keterbatasan chipcard. Untungnya dia nggak marah, tahu gua turis kali, so langsung beli tiket 2,5 Euro. Murah kan, soalnya perjalanannya rada jauh sekitar 40 menit deh.

Sepanjang perjalanan pemandangannya adalah hamparan ladang jagung, peternakan dengan sapinya yang khas hitam putih. Sambil dengerin lagu I wish I knew how it would feel to be free dari Lighthouse Family, hati gua bercampur aduk antara senang, terharu atau apa ya, susah dilukiskan dengan kata2, spt 'meluas' gitu, rasanya untuk sesaat itu gua damai dan mengambang banget. Emang kalau lagi travelling gua suka begitu lho. Rada aneh gak menurut kalian.. Dulu pas perjalanan darat di Sumatera Barat dan saat melihat hamparan sawah yang luas pun perasaan gua sama, malah gua sampai berkaca2, kata teman2 yang ikut kok gua lebay:) Makanya sampai sekarang gak pernah cerita2 lagi cuma di blog aja gua bs mengekspresikan.

Tadinya deg2an karena di bus ini nggak ada petunjuk digital udah sampai halte apa, terus gua tanya seorang ibu muda yang bawa bayi dalam stroller. Untung dia baik, katanya ntar turun bareng dia aja soalnya dia juga mau ambil souvenir pesanan temannya. Terus kita jadi ngobrol2, anaknya masih 9 bulan lho, tp dia mah udah biasa naik turun tram, bus dsb. Habis gimana katanya, di rumah nggak ada yang bisa jagain. Gua agak khawatir utk dia, karena kan cuaca kurang bersahabat dan angin kenceng banget hari itu, tp dia santai aja lho.. kagum deh.

Dia yang ngasih tahu apa yg worthed utk dilihat, untuk masuk kompleks gratis, kecuali mau masuk museum ya. Untuk kali ini gua skip soalnya kan udah sore dan mending gua masuk ke windmillnya. Pemandangan awesome menurut gua sih. Jarak antara satu windmill ke windmill lain cukup jauh. Ada windmill untuk ekstraksi minyak, ada yang untuk ekstraksi pigmen buat cat.



Akhirnya setelah foto2 dan puas jalan2, gua masuk ke windmill yang mengekstraksi minyak dari kacang. Dengan tiket 3 Euro kita bisa melihat seorang pekerja yang menyekop kacang yang sudah digoreng ke tempat penggilingan (digerakkan angin), terus hasil gilingan dimasukkan ke lubang2 dan akan ditumbuk oleh penumbuk raksasa (juga digerakkan oleh angin). Setelah melalui tumbukan yang berulang2 minyak akan mengalir keluar ke tempat penampungan. Baunya haruuum banget, bikin gua ngiler:P

Kita juga bisa naik ke atap foto2 dan melihat mesinnya dari dekat. Tapi emang angin kenceng banget, waktu jalan aja rasanya beberapa kali gua keangkat2 (kayak kalau di tol, terus ada bis besar lewat di sebelah kita). Jadinya gua pegangan erat2 di atas takut jatoh tertiup angin mana pembatasnya kan rendah.

sesuai putaran jam : pekerja yang menyekop kacang, memasukkannya ke dalam lesung,
hasil ekstraksi minyak dan mesinnya dilihat dari atas


Setelah itu sempat ke tempat pembuatan keju dan karena kelalaian akhirnya malah kesekap ama rombongan turis dari korea dan guidenya menerangkan cara membuat keju dengan bahasa Korea. Soalnya pertama kan dia panggil2 pegawainya jadi gua pikir ntar pegawainya yang jelasin eh tak tahunya dia cuma ngasih tahu dia mau kunci pintu masuk dan keluar tempat demo itu. Tadinya gua udah mengendap2 supaya gak ketahuan, maksudnya mau ngumpet aja di belakang sampai mereka kelar. Tapi ternyata rombongan kerja kali ya soalnya cowok semua, alhasil keliatan banget dan oleh tour guidenya gua didaulat ke depan biar bs lht lebih jelas katanya, terus ditanya dari mana dan guidenya minta semua tepok tangan buat gua. Malunya ampun deh tapi I keep saying to myself untuk cuek aja, toh gak kenal ini dan gak bakal ketemu lagi. Untung juga ada TV yang rerun terus proses pembuatan keju jadinya gua bisa lihat yang itu sementara dia berkoar2 dlm bahasa Korea *serasa nonton serial lho*

Terus ke tempat pembuatan terompah. Gua cuma beli souvenir sekedarnya yang kecil-kecil soalnya tas kamera gua aja udah berat belom lagi tas angkut jas hujan, jaket, payung, minuman sampai bahu gua pegal-pegal. Salah satu nggak enaknya travelling alone ya, itu. Gak ada yang bantuin ngangkat2 he..he...

Terus lanjut lagi cerita ke Volendam. Nah ada yang namanya kota2 water islands spt Volendam, Marken dan Edam. Edam itu kota penghasil keju, sayang gua gak sempet:( Masih banyak lagi sih tp yang menjadi tujuan wisatawan biasa cuma tiga ini. Naiknya bisa dengan bus no.108 atau 110 dari Central Station yang menghadap ke ferry, jangan salah ya. Awalnya gua nunggu di halte tempat biasa ternyata itu untuk bus malam doang. Kalau bingung gini aja, masuk ke dalam stasiun dulu terus mengarah ke pintu keluar dekat platform 13.

Beli tiket bisa langsung di atas bus, harganya 7,5 Euro/hari udah bisa keliling naik turun sepuasnya di kota2 yang termasuk water islands. Berangkatnya gak sering2, kalau gak salah tiap 30-45 menit, jd perhatikan betul jadwalnya termsk untuk balik nanti.

Asyiknya, perjalanan untuk bus kan ada jalur sendiri, lancar habis. Kayaknya gak sampai sejam gua udah nyampe tuh. Pertama nyampe agak bingung, karena perhentian Volendam ada beberapa kan, mana supirnya somse dan gak bisa ditanya. Akhirnya gua ikut aja rombongan orang banyak yang turun. Pas jalan kok gak nemu2 ada pelabuhan sih, untung sebelom bete mata gua menspot gedung tourist information. Di sana petugasnya baik bener, selain dikasih map kita juga dikasih tahu bisa ngapain aja.

Akhirnya ikutin trek yang diberi tanda dia, jalan beberapa blok sampai deh ke harbour. Wuiiih, pemandangannya gak kalah keren lho, sayang gua gak bisa narsis2 banget soalnya gak ada yang fotoin he..he.. Sebenarnya ada sih beberapa yang gua suka, hasil malakin bule yang bawa kamera serupa. Gua udah pengalaman kalau asal minta tolong biasa hasilnya aneh2, yang kaburlah, yang komposisi cuma kepala dan leher gua ama pemandangan hiks.



Volendam itu kota pelabuhan yang cantik dan apik banget. Meski dulu pernah ke sini kok gua gak banyak kenangan ya? Jangan2 nyampe, foto 15 menit terus pulang deh waktu itu he..he.. Wisatawannya kebanyakan orang tua. Kita bisa duduk santai di cafe mesen ikan dengan paket2 sekitar 10-13 Euro. Gua sempet makan nasi dan seafood, lezaaat soalnya seafoodnya seger dan manis. Sempet pula genit2 an foto dengan baju Belanda (15 Euro):) Terus gua jalan2 ke belakang pertokoan, rumah penduduknya kecil dan rapi. Jendelanya kan besar2 kayak etalase jadi kita bisa melongok ke living room mereka yang ditata bagus2. Berikut hasil foto2 di Volendam:











Puas di sini, gua naik ferry ke Marken, kota pelabuhan juga tp jauh lebih sepi dari Volendam. Sebenarnya bisa naik bus tp gua pengen nyoba aja. Tiketnya 5 Euro untuk sekali jalan dan perjalanan kurang dari sejam. Enaknya gua dpt tempat duduk di dek jadi bebas foto2.

Sampai di Marken udah nggak begitu terkesan soalnya mirip2 ama Volendam. Cuma kalau untuk tinggal rasanya lebih banyak villa yang disewakan di sini. Gua ngiter2 sampai lama juga ngikutin satu keluarga Jepang. Meski bawa anak kecil jalannya cepet lama-lama gua ketinggalan. Menyusuri jalanan sepi kadang-kadang bertemu dengan turis yang bersepeda. Di sini ada beberapa spot yang bagus buat foto2, sayang udah keburu kemalaman dan gua masih harus mencari halte bus. Sampai ke halte bus ternyata jadwal bus yang akan datang masih 15 menit tp karena udah tanggung gua tungguin aja, takutnya kalau ketinggalan harus nunggu lama berhubung udah malam. Btw selama di Belanda gelap itu datangnya larut kok jadi enak buat jalan2. Jam 19 aja masih terang, mulai gelap sekitar 20.30 deh.

Pemandangan Marken dari ferry

Dalam bus menuju Amsterdam gua rasanya capek tapi puass. Itulah semua acara jalan2 gua selama disana. Emang masih banyak yang gak sempat sih spt Anne Frank House (padahal gua udah sering baca bukunya), Madame Tussaud dan Royal Palace.

Cerita selanjutnya kembali ke Schipol gua terpaksa ikut bus tour karena tour guide bilang koper gua gak bisa dibawain. Dia minta 10 Euro yang katanya buat supir (supir akan hitung orang yang naik katanya). Ternyata supir gak hitung orang tuh tp gua udah ikhlasin, begitu turun langsung gua kasih aja duitnya. Kan ada 2 guide tuh, si ibu nyolot dan mas2 apatis. Dua-duanya ngaku gak ikut pulang ke Jakarta, aneh gak ya? Katanya si ibu mau extend ke tempat sodara, si mas gak jelas, yang pasti cuma nunjukin gate terus menghilang.Eh, pas di pesawat ketemu mas apatis, lha? Mungkinkah bilang begitu supaya gak direpotin? Beda banget ama tour S yang guidenya siap siaga ampe Jakarta.

Terus.. selama breakfast gua kan masih ngumpul ama peserta lain dan kongkow2. Gua gak mau juga cerita udah kesana kemari kalau gak ditanya dan sebaliknya gua gak nanya mereka udah kemana aja. Tapi kan ada seorang istri kolega yang pecinta berat fotografi jadi saban pagi dia nyamperin gua dan tanya2 apa aja yang gua udah foto. Pas gua cerita udah foto windmill di Zaanse Schans, dia mewek trus cerita bahwa mereka hanya LEWAAT doang. Pas dia tanya, si ibu nyolot bilang, " Lha, tadi kan udah lewat! Yang saya tunjuk dan bilang banyak kincir angin lhoo" Mateng gak? Terus gak fleksibel, masa karena hujan gak jadi ke Albert Cyup padahal ada di itenary. Cuma pasti ada plusnya lah, mereka ke Madurodam dan Brussel en gua nggak. Setelah pulang hitung2 pengeluaran gua total2 gak nyampe 250Euro, irit ya?

Ada beberapa peserta bapak2 yang agak2 gimana begitu tahu gua jalan sendiri. Atau gua juga yang sensi kali ya. Kata2nya antara lain adalah, "Ih, mana ada enak2nya jalan sendiri!" sampai yang katanya "Cari penyakit aja!...". T_T Meski udah berusaha cuek tapi sedih dan sebel juga kalau denger langsung. Emang gua tanya apa pendapat kalian?? Tapi ada juga yang nyemangatin, ada yang bilang lain kali mau ikut gua aja^^.

The End..

16 comments:

Clo said...

Emang lebih seru jalan sendiri daripada ikut tour.. Mungkin bapak-bapak itu ga berani jalan sendiri jadi omongannya kaya gitu.. Alias sirik kali ya hehhee...

Bener tuh.. Minta tolong fotoin harus pilih-pilih orang karena sangat mempengaruhi hasil fotonya.. Padahal kamera gw kan kamera poket tinggal jepret eh hasilnya tetep aja amburadul hahhaaa...

Arman said...

foto kincir anginnya baguuuusss banget!!!
gile kamera lu keren banget dah, foto2nya bagus2... :D

Belzy said...

ughhhh asikkkkkk skalian jj yah lis. enak yah kalo bisa ikutan seminar2 gitu sambil jj, gue pas masih kerja dulu pengen banget dapet kesempetan di kirim2 ke overseas gitu tapiii hahaahah ga kesampean :)).
Eropa bagus yah lis, kotanya kota tua tapi klasik jadinya.

Veny said...

Lis lo kae g bisa mewek diem2 kalo lg travelling liat laut yg luas atau diantara hamparan sawah yg sunyi tentram , g jg aneh napa g se sensi itu tapi pada saat itu g merasa g diberkati banget boleh liat dunia yg begini indah ciptaan NYA . Bersyukur g jadinya .

Biarin aja deh org yg sinis or nyolot liat lo jalan sendirian , emang mereka bisa ??? sirik ajah n usil

gimanapun juga thanks uda sharing perjalanan yg menarik bgt .

Ah Boy's Mom said...

foto2nya baguuus....

once_alifetime said...

@ Xiao Yan : Tipe bapak2 yang kaya raya Xiao, bisa kali ya coba kalau harus sendiri berani gak he..he.. Paling bagus minta anak muda emang, kalau ortu kadang gemetaran jd kabur deh.

@ Arman : Thanks ya, kameranya sebenarnya masih level pemula banget. Pengen beli lensa2 lebar, tele, makro tapi mahalnya minta ampun.

@ Bel : Iya, bagus Bel. Tapi gua belum pernah ke US jadi gak bs bandingin soalnya kan ada yang gak demen ke Europe malah keliling US terus. Ha..ha.. bentar lagi kan mau ke Hawai ya? pasti gak kalah keren dan baguslah. Daripada dikirim pas kerja yah pasti lebih enak jalan ama T:)

once_alifetime said...

@ Veny : Wuih, ada yang memaklumi perasaan gua, brarti kita emang pecinta travelling ya, Ven:)

Gak semua gitu sih, Ven cuma segelintir kok. Soalnya mereka yang nanya kok gua gak keliatan di bus yah gua cerita emang gak ngikut malah dilecehkan huh! Sama2 ya, Ven.

@ Lena : Thanks ya Len:)

Pucca said...

gua juga lebih suka jalan sendiri, bisa lamaan di tempat yang kita suka, tapi sendiri maksudnya berdua ama suami gitu, kalo sendirian kan gak bisa poto2an kalo berdua juga susah minta orang poto kadang hasilnya blur, padahal kalo gua diminta potoin orang gua selalu poto dengan bagus loh..

windmillnya bagus el, gua juga kalo liat pemandangan gitu suka ngerasa damai, sering gua kepiki masalah apa sih yang gak bisa diselesaikan :)

bulanredup said...

seru lah jalan2 elu kali ini... Untung euro dah 11 rb-an ya Lis, dulu kan sempet 16 rb tuh :D

Quinie said...

el.. gua salut ama lu, berani yak travelling di negri orang sendirian. Suami lu kaga kuatir ya ngelepas istrinya bepergian sendirian gitu? ck ck ck.

eh iya, gua juga mo tanya, kamera yang lu bawa itu apa brandnya? lu bawa dslr? tajemmm bangetttttt & keren...

senyum2 ajah pas lu gabung ama rombongan korea itu dan lu dengan pedenya maju ajah. hihihi.. thumbs up!!!

once_alifetime said...

@ Viol : Sama, vi. Enak pergi minimal berdua lha, lebih enak lagi ama hubby sendiri tp apa daya kalau dia mau ikut kudu bayar sendiri 1900 dollar (hotel bs nebeng gua) soalnya ini kan bukan event bidangnya dia jadi gak bs dpt sponsor:P

Iya, rasanya damai, semua masalah keciiil atau gak ada he..he..

@ Yenny : Sayangnya banyakan gua pake uang angpau dari oom gua dr Jerman tuh 5 thn yang lalu sebesar 200 Euro huhu.. tahu gitu dijual trs beli lagi ya, pan bs dpt lebih banyak *gak mau rugi*

@ Ratu : Ceritanya kan terpaksa hihi.. Nggak katanya dia percaya2 aja ama gua, gawat ya. Ha..ha.. kan gak ketemu lagi jadi cueks padahal gua kan pemalu ehm..ehm..

once_alifetime said...

@ Ratu : oh, ya lupa jawab Nikon D 5000. DSLR tp untuk pemula kok, gak ribet. Thanks ya pujiannya:)

khatsa said...

El,gw ♥ foto2 loe,trutama yg windmill itu. Nah,kalo perasaan yg mengambang campur aduk itu,gw jg sering ngrasain,tp blom sampe menitikkan aer mata,cuman berkaca2 doank hahahahaha...

Seru banget ya jalan sendiri,gw jg pilih jalan sendiri sih. Eh,gw curious ama nama travelnya,coz sbenernya ga boleh lho peserta cuman ditunjukin gate. Kalo gatenya pindah gimana???‎​‎​‎​†я̲̅u§ ga bantuin check in baggage juga?...parah benerr...

El,u punya fb ga?add gw ya khatsa@yahoo.com...

once_alifetime said...

@ Khatsa : Thanks. Ternyata sama ya kita, emang nih gua lebay:P
Emang, btw gua juga salah ketik bukan ditunjukin gate tapi COUNTER Garudanya doang jadi kita masuk sendiri ke gate.
Ok, gua add ya:)

Angels said...

bagus yah kotanya! awannya aja menggumpal2 gitu.

itu orang2 sirik kali tuh. sampe ngata2in gitu karena mereka cuma lewat doang. hahaha. padahal dah bayar mahal.

Poppy Gusriharso said...

Jeeuuuuunnnkkk.... ceritanya bikin iwrrriiiiyyy... senengnya bisa jalan jalan...

Btw, kalo lagi ga sibuk, main donk ke www.ipopscollections.com hehehe...

Banyak barang branded yang murah meriah dan bikin hati jadi damai, sedamai waktu jalan jalan heheheh piiissss

Post a Comment